Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Obama Minta Pembangunan Pulau di Laut Tiongkok Selatan Dihentikan

- Kamis, 19 November 2015 11:16 WIB
298 view
Obama Minta Pembangunan Pulau di Laut Tiongkok  Selatan Dihentikan
Manila (SIB)- Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Rabu (18/11), meminta pembangunan pulau buatan di wilayah sengketa Laut Tiongkok Selatan segera dihentikan. Obama mengungkapkan hal tersebut saat pemimpin negara Asia-Pasifik, yang tergabung dalam APEC, bertemu di Manila.

Dengan mengabaikan seruan Presiden Tiongkok Xi Jinping agar pembahasan APEC berpusat pada masalah ekonomi, Obama juga meminta negara bersengketa --Tiongkok dengan sejumlah negara Asia Tenggara-- "mengambil langkah besar demi meredakan ketegangan". Dalam tanggapan jelas ditujukan kepada Beijing tersebut, Obama mengatakan bahwa langkah tersebut harus memasukkan pasal "tekad menghentikan pengurukan, pembangunan sarana baru, dan militerisasi".

Dalam kunjungannya di Manila, Obama  menawarkan dukungan yang diminta Filipina. Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengirim dua kapal kepada angkatan laut Filipina untuk meningkatkan kapabilitas negara tersebut dalam menjaga wilayah di wilayah yang disengketakan.

Obama menekankan adanya kewajiban dari Amerika Serikat untuk membela kepentingan Filipina sesuai dengan perjanjian pertahanan antara kedua negara. Di sisi lain, untuk menghindari konflik langsung dengan Tiongkok, Obama juga menegaskan bahwa sengketa wilayah harus diselesaikan di bawah aturan hukum internasional. "Sengketa ini harus diselesaikan dengan damai," kata Obama, dengan menambahkan bahwa pihaknya sepakat dengan langkah Filipina, yang mencari penyelesaian di pengadilan arbitrase PBB.

Sebelumnya pemerintah Tiongkok meminta Obama  tidak seharusnya terlibat dalam sengketa di Laut Tiongkok Selatan. "Amerika Serikat harus berhenti memainkan masalah Laut Tiongkok Selatan, berhenti meningkatkan ketegangan di Laut Tiongkok Selatan dan berhenti memperumit sengketa di Laut Tiongkok Selatan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hong Lei di Beijing. "Tidak ada satu negara pun punya hak menudingkan jari ke pembangunan, yang dilakukan Tiongkok," tambah dia.

"Kami mendiskusikan akibat dari kegiatan reklamasi lahan dan rekonstruksi oleh Tiongkok terhadap stabilitas kawasan," kata Obama kepada wartawan setelah pertemuan itu. "Kami sepakat mengenai perlunya langkah-langkah tegas untuk menurunkan ketegangan, termasuk janji untuk menghentikan reklamasi lebih jauh, pembangunan baru, dan militerisasi kawasan sengketa di Laut Tiongkok Selatan," katanya.

Negara anggota APEC, yaitu Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan masing-masing mengklaim sebagian kawasan perairan itu, yang diyakini mengandung cadangan minyak dan gas melimpah. Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah Laut Tiongkok Selatan, bahkan perairan di dekat pantai di negara tetangganya di Asia. (Ant/Rtr/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru