Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Obama Tolak Periksa Ketat Pengungsi Suriah

- Jumat, 20 November 2015 11:10 WIB
192 view
 Obama Tolak Periksa Ketat Pengungsi Suriah
Washington (SIB)- Partai Republik mengusulkan agar pengungsi Suriah dan Irak yang masuk ke Amerika Serikat (AS) diperiksa dengan ketat. Hal itu terkait dengan serangan berdarah di Paris, Prancis, Jumat (13/11) tengah malam lalu. Menurut rencana tahun 2016, AS akan menerima 10.000 pengungsi Suriah. Akan tetapi Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama rencananya akan memveto usulan dari Partai Republik tersebut.

"Undang-undang ini akan membuat persyaratan baru yang justru tidak perlu dan tidak praktis," kata Gedung putih dalam sebuah pernyataannya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (19/11). "Dan ini akan menghambat upaya kami untuk membantu beberapa orang yang paling rentan di dunia," lanjutnya.

Gedung Putih berpendapat penerimaan ini bertujuan untuk memenuhi dua program penting. "Keamanan nasional dan tujuan kemanusiaan," kata Gedung Putih.

Sebelumnya, Obama menghadapi tekanan dari 22 negara bagian yang dikuasai oleh Republik, calon presiden dari Partai Republik, anggota kongres dan salah seorang Gubernur dari Partai Demokrat terkait pengungsi Suriah dan Irak. Mereka berharap agar AS tidak menerima para pengungsi Suriah tersebut.
"Mengingat serangan tragis yang terjadi di Paris dan ancaman yang jelas terlihat. Texas tidak akan ikut berpartisipasi dalam program apapun yang melibatkan pengungsi Suriah. Karena salah satu dari mereka bisa saja teroris," kata Gubernur Texas, Greg Abbott. "Saya akan mengerahkan segala cara untuk menghentikan rencana dari Pemerintah Obama untuk menampung pengungsi Suriah di Mississippi," lanjut Gubernur Mississippi Phil Bryant.

Sementara itu kepolisian Turki menangkap delapan orang yang dicurigai anggota ISIS. Orang-orang ini berniat masuk ke wilayah Eropa dengan menyamar sebagai pengungsi. Unit kepolisian antiterorisme menangkap para pelaku di Bandara Ataturk, Istanbul pada Selasa (17/11) waktu setempat. Mereka ditangkap saat baru tiba dari Kota Casablanca, Maroko.

Dari para pelaku, polisi menemukan kertas catatan yang bertuliskan rincian rute pergerakan mereka dari Istanbul menuju Jerman, lewat Yunani, Serbia dan Hungaria. Bahkan perjalanan dengan kapal penyelundup untuk melintasi Laut Mediterania serta via kereta dan bus juga masuk dalam catatan rencana itu.
Saat dibekuk polisi, delapan pria ini mengaku mereka hanya turis yang berencana berlibur selama beberapa hari di Istanbul. Mereka juga mengaku telah memesan kamar hotel, namun setelah diperiksa lebih lanjut, tidak ada pemesan kamar hotel dengan nama mereka.

Turki menjadi salah satu titik transit bagi para imigran dan pengungsi yang ingin tinggal di Eropa. Hingga kini, Turki menjadi rumah bagi 2 juta pengungsi asal Suriah, negara tetangganya yang tengah dilanda konflik. Organisasi Imigran Internasional (IOM), awal bulan ini menyebut ada lebih dari 650 ribu imigran dan pengungsi yang telah mencapai Yunani sepanjang tahun 2015 melalui Laut Mediterania.

Usai serangan teror Paris yang merenggut 129 nyawa, aliran imigran dan pengungsi dari Suriah menjadi sorotan. Terutama setelah ada temuan paspor pengungsi asal Suriah yang ditemukan di dekat salah satu pelaku serangan. Paspor itu terdaftar masuk ke Pulau Leros, Yunani pada 3 Oktober lalu.

Otoritas Turki sendiri sejak lama dikritik negara-negara Barat karena dianggap gagal memutus aliran militan ISIS dari Suriah, melalui perbatasannya. Dalam beberapa bulan terakhir, Turki meningkatkan pengamanan di perbatasan, terutama setelah ledakan kembar mengguncang Ankara bulan lalu dan menewaskan 102 orang. (Detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru