Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Anggota Partai Berkuasa Myanmar Terima Kekalahan

- Jumat, 20 November 2015 11:12 WIB
301 view
Anggota Partai Berkuasa Myanmar Terima Kekalahan
Naypyidaw (SIB)- Tersingkir dari kursi parlemennya, anggota parlemen partai berkuasa Myanmar, Saw Hla Tun mengatakan dia menerima kekalahan dan siap membantu anggota baru dari partai pro-demokrasi pimpinan Aung San Su Kyi.

Setelah kekalahan dalam pemilihan umum 8 November lalu dari Partai Liga Demokrasi Nasional (NLD) pimpinan Suu Kyi, para anggota parlemen partai berkuasa yang didukung militer kembali mengadakan pertemuan antar-anggota yang tidak terpilih lagi pada minggu ini.

Di Naypyidaw mereka memastikan pemindahkuasaan secara demokratis dan damai setelah dipegang oleh kalangan militer selama setengah abad.

Saw Hla Tun, menteri dari komite yang memeriksa rancangan undang-undang parlementer, kehilangan kursinya yang merupakan bagian dari Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) pada pemilihan umum, yang merupakan pemilihan umum pertama Myanmar yang kompetitif dalam 25 tahun terakhir.

Dia mengatakan telah mempersiapkan catatan pekerjaan komite untuk diserahkan kepada penerus jabatannya yang diperkirakan seseorang dari NLD.

"Saya telah menaruhnya di kantor komite. Berkas-berkas dengan konsep rancangan undang-undang telah diatur dengan rapi," ujarnya kepada media.

Aksi pembentukan kepercayaan tersebut sangat dibutuhkan oleh sebuah negara yang sadar akan kalangan militer dan para sekutu politiknya. Seperti yang pernah terjadi pada 1990 silam dimana NLD dan Suu Kyi memenangi pemilihan umum namun tidak diakui oleh kalangan militer.

Myanmar telah mulai membuka diri pada 2011 saat kekuasaan diberikan kepada presiden yang semi merakyat dari USDP. Dan kini USDP harus menerima bagian terburuk akibat demokrasi mereka, yaitu kekalahan dalam pemilihan umum.

"Kami memang kecewa. Di Demokrasi, masyarakat membuat keputusan. Waktu akan memperlihatkan apakah keputusan tersebut baik," ujar Htay Oo, pemimpin USDP yang kehilangan kursi parlemennya di Irrawaddy Delta.

Berubah, namun belum
NLD belum dapat membentuk pemerintahan baru secara resmi sampai tahun depan, membuat penantian beberapa bulan yang mengkhawatirkan. Konstitusi yang ditulis oleh militer menyebutkan masa transisi antara pemilihan umum dan penyerahan kekuasaan yang mengizinkan parlemen saat ini untuk menjabat setidaknya sampai Januari mendatang.

Konstitusi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan ketidakstabilan politik, pemogokan atau timbul kerusuhan dari anggota parlemen yang kalah.

Presiden Thein Sein telah memberikan selamat kepada NLD dan menjanjikan transisi kekuasaan secara damai. Thein Sein berkata demikian berdasarkan skala kemenangan NLD yang berhasil meraih 80 persen kursi. Bahkan USDP pun kalah di Naypyidaw, sebuah kota yang dibangun secara rahasia oleh junta militer.

"Saya sangat terkejut melihat kekalahan USDP di sini. Tetapi saya menduga, seperti saya, banyak pekerja pemerintah memberikan suara untuk NLD. Kami juga menginginkan perubahan," ujar seorang pegawai negeri yang tidak ingin disebutkan namanya.

Jalan Myanmar menuju demokrasi dihadapkan dengan beberapa hambatan seperti seperempat kursi parlemen telah disiapkan untuk kalangan militer bahkan yang tidak terpilih sekalipun, serta melarang Suu Kyi untuk menjadi presiden.

Sementara itu, USDP mengatakan mereka akan berdiri kembali, Maung Oo, seorang mantan Jenderal yang juga kehilangan kursinya, mengatakan partainya akan mengalami reformasi dalam seluruh tingkat untuk bersiap dalam pemilihan umum berikutnya. (Ant/AFP/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru