Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Mantan Operator Drone Protes Kebijakan AS

- Sabtu, 21 November 2015 11:52 WIB
282 view
Mantan Operator Drone Protes Kebijakan AS
New York (SIB)- Serangan drone (pesawat tanpa awak) Amerika Serikat yang mematikan di Timur Tengah memicu kebencian terhadap negara Barat dan mendorong perluasan kelompok militan seperti ISIS, ujar sekelompok mantan tentara Amerika Serikat pada Kamis (Jumat WIB).

Empat mantan operator drone menulis surat terbuka kepada Presiden Barack Obama, meminta Obama untuk meninjau ulang kebijakan penggunaan drone, yang dikritik dapat mengenai warga sipil serta mendorong orang yang selamat untuk marah dan bergabung dengan para militan.

"Anda membahayakan mereka, dan mereka akan menginginkan balas dendam," ujar mantan Staf Sersan Brandon Bryant, yang mengoperasikan drone untuk program Predator Angkatan Udara Amerika Serikat pada 2007 hingga 2011 dalam sebuah konferensi pers.

Pendukung serangan drone terhadap kelompok ISIS di Suriah dan Irak mengatakan metode tersebut sangat akurat, dan menyelamatkan para tentara Amerika dari bahaya pertempuran langsung. Seorang perwakilan Pentagon tidak menanggapi permintaan komentar.

Bryant dan mantan operator lainnya mengatakan mereka seringkali membunuh non-kombatan secara tidak sengaja dan mendapatkan kesan penakut dari keluarga korban, sedangkan mereka yang selamat sering mempunyai perasaan dendam terhadap negara Barat atas apa yang mereka anggap sebagai kematian yang sia-sia.

Seluruh empat mantan operator termasuk mantan pilot senior Cian Westmorelang dan Stephen Lewis mengatakan mereka menderita Kekacauan Stress Pasca Trauma atau PTSD.

Banyak dari mereka tidak memiliki pekerjaan, beberapa tidak memiliki tempat tinggal dan mengalami ketergantungan zat berbahaya. Mereka juga mengalami kesulitan menerima tunjangan cacat karena tidak berpartisipasi dalam pertempuran secara langsung, ujar Radack.

"Merupakan sebuah masalah besar bahwa program ini menjadikan orang-orang dalam keadaan tersebut," tambahnya. (Ant/Rtr/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru