Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Obama Ingatkan Tak Bereaksi Berlebihan atas Serangan ISIS

* Kritik Kebijakan Soal ISIS, Senator Serukan Pemerintah AS Lebih Agresif
- Selasa, 24 November 2015 13:33 WIB
242 view
Obama Ingatkan Tak Bereaksi Berlebihan atas Serangan ISIS
Washington (SIB)- Dalam usahanya menenangkan rakyat Amerika, Presiden Barack Obama, Minggu (22/11), mengatakan, kelompok ISIS "tidak akan bisa melancarkan pukulan mematikan" terhadap Amerika dan dia memperingatkan bahwa reaksi berlebihan atas serangan di Paris merupakan hal yang diinginkan teroris. "Kita akan menghancurkan organisasi teroris ini," kata Obama.

Mengakhiri lawatannya ke Asia, Obama meminta warga Amerika untuk tidak membiarkan momok terhadap teror membuat mereka mengubah nilai-nilai atau mengubah cara hidup mereka. "Kita tidak boleh menyerah pada ketakutan," ujar Obama. "Perangkat yang paling ampuh untuk melawan ISIS adalah dengan mengatakan bahwa kita tidak takut, tidak memedulikan fantasi mereka bahwa mereka melakukan sesuatu yang penting," kata Obama.

Sejak miltan-militan ISIS membunuh 130 orang di Prancis 13 November lalu, strategi Obama banyak dipertanyakan. Ia menyangkal kehebatan ISIS dengan mengatakan, "Mereka hanya sekelompok pembunuh dengan jaringan media sosial yang baik." Sambil membantah bahwa ada ancaman, Obama mengatakan, "ISIS tidak bisa mengalahkan kita di medan tempur, jadi mereka berupaya meneror kita supaya takut."

"Saya kira sangat penting bagi setiap negara, setiap pemimpin, untuk mengirim isyarat bahwa kejahatan sekelompok pembunuh tidak akan menghentikan dunia melakukan kegiatan-kegiatan penting," kata Obama.

Presiden Obama dan beberapa pemimpin dunia dijadwalkan berkumpul di Paris pekan depan untuk menghadiri KTT Perubahan Iklim. Gedung Putih menyatakan, tidak ada perubahan rencana atas acara itu.

Presiden Obama juga mengatakan, "ada kesadaran lebih besar" di diri Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa ISIS adalah ancaman nomor satu terhadap Rusia di Timur Tengah. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Rusia di Semenanjung Sinai, Mesir, bulan lalu yang menewaskan 224 orang.

Jauh sebelum peristiwa itu, Obama telah mendesak Putin untuk memanfaatkan kampanye udara di Suriah guna menarget ISIS, bukan kelompok pemberontak yang didukung Amerika untuk melawan Presiden Suriah Bashar Al Assad, yang merupakan sekutu Rusia. Obama mengatakan, belum jelas apakah Putin akan bekerja sama secara efektif dengan koalisi pimpinan Amerika di sana. Putin "masih mengejar orang yang membunuh warga Rusia". Demikian kata Obama.
Kedua pemimpin bertemu dalam forum KTT APEC di Antalya, Turki, pekan lalu.

Lebih Agresif

Kelompok radikal ISIS terus merajalela. Seorang senator terkemuka Amerika Serikat mencetuskan, pemerintah AS tidak melakukan cukup upaya untuk memerangi kelompok keji tersebut. Menurutnya, ISIS kini juga semakin kuat di luar Irak dan Suriah. Senator Dianne Feinstein menyampaikan hal itu setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry memberikan gambaran lebih komprehensif kepada komisi intelijen Senat mengenai strategi AS memerangi ISIS.

Kepada stasiun televisi CBS, Feinstein mengatakan, "Saya pikir, pendekatan itu tak cukup untuk pekerjaan tersebut." Senator terkemuka dari Partai Demokrat itu juga mengomentari keputusan Presiden Barack Obama mengirimkan 50 personel pasukan khusus ke Suriah. Menurutnya, langkah itu tak akan menyelesaikan masalah. Dia pun menyarankan perlunya rencana operasi khusus yang lebih besar dan lebih spesifik. "Kita perlu untuk agresif sekarang," ujar Feinstein dalam program "Face the Nation" di CBS seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (23/11).

Senator AS itu menggambarkan ISIS sebagai kekuatan sangat besar mirip sebuah negara dengan sekitar 30 ribu petempur, infrastruktur sipil dan pendanaan. ISIS telah menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah dan telah menyatakan pembentukan kekhalifahan.

ISIS juga telah menyebar dengan cepat ke negara-negara lain. Feinstein pun menekankan bahwa serangan teror di Paris, Prancis pada 13 November lalu didalangi oleh para militan ISIS di Belgia. "Ini masalah yang besar, besar," kata Feinstein kepada CBS. "Ini telah berlangsung terlalu lama. Dan ini bukannya membaik, namun malah memburuk," tutur wanita tersebut.

Hal senada disampaikan ketua komisi intelijen DPR AS, Devin Nunes yang juga mengkritik strategi Obama dalam memerangi ISIS. "Strategi AS harus diperluas untuk menandingi ancaman kelompok kelompok ini," cetus politikus dari Partai Republik itu.

Namun Brett McGurk, utusan Obama untuk koalisi global memerangi ISIS, membantah kritikan tersebut. Menurutnya, koalisi terus menargetkan jaringan internasional ISIS dan menekannya di Irak dan Suriah. "Kami tak akan puas sebelum kami menghancurkan organisasi ini," tandasnya di acara "Face the Nation."  (Rtr/dtc/VoAIndonesia/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru