Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Ancaman Teroris Meningkat, AS Terbitkan Peringatan Perjalanan Global

* Prancis Lindungi Sistem Air dari Serangan Kimia
- Rabu, 25 November 2015 13:51 WIB
303 view
Ancaman Teroris Meningkat, AS Terbitkan Peringatan Perjalanan Global
SIB/Rtr
Kursi-kursi yang dibariskan di halaman satu kafe di Brussels tampak kosong, Selasa (24/11) menyusul masih berlangsungnya aksi pencarian anggota teroris oleh aparat keamanan Belgia pasca serangan di Paris. AS mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warga
Washington (SIB)- Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan perjalanan ke seluruh dunia, Senin (23/11) waktu setempat. Peringatan tersebut meminta warga AS waspada terhadap "ancaman teroris yang meningkat" menyusul serangan di Paris pada Jumat dua pekan lalu.

Perburuan besar-besaran sedang berlangsung di Prancis dan Belgia untuk mencari pria kelahiran Belgia, Salah Abdeslam. Ia merupakan tersangka yang berperan penting dalam penembakan dan pengeboman bunuh diri terkoordinasi pada 13 November lalu yang diklaim oleh kelompok Negara Islam atau ISIS.

AS telah siaga tinggi setelah serangan itu, yang menewaskan 130 orang. "Informasi terbaru menunjukkan bahwa ISIS, Al Qaeda, Boko Haram, dan kelompok teroris lainnya terus merencanakan serangan teroris di beberapa daerah," kata peringatan perjalanan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS itu.

"Warga AS harus tetap waspada saat berada di tempat umum atau menggunakan transportasi," kata peringatan itu. Peringatan tersebut juga meminta warga Amerika untuk menghindari kerumunan besar atau tempat-tempat keramaian dan "berhati-hati khususnya selama musim liburan".

Dengan merujuk pada serangan baru-baru ini di Denmark, Perancis, Mali, Nigeria, dan Turki, peringatan itu juga mencatat ancaman serangan dari teroris perseorangan (lone wolf) oleh orang-orang yang tidak terafiliasi, tetapi terinspirasi oleh kelompok teror.

Peringatan––yang berlaku hingga 24 Februari 2016––memperingatkan bahwa "kemungkinan serangan teror akan terus berlanjut saat anggota ISIS kembali dari Suriah dan Irak". Peringatan terakhir itu mengacu ke para petempur asing yang kembali ke negara masing-masing setelah berperang bersama ekstremis ISIS. "Para ekstremis telah menyasar acara besar olahraga, teater, pasar terbuka, dan jasa penerbangan," tambah peringatan itu.

Departemen Luar Negeri AS sering mengeluarkan peringatan perjalanan untuk negara-negara tertentu. Namun, peringatan perjalanan ke seluruh dunia jarang dikeluarkan dan hal itu muncul setelah ada serangkaian serangan teror akhir-akhir ini. "Serangan baru dapat menggunakan berbagai taktik, menggunakan senjata konvensional dan non-konvensional, dan menyasar fasilitas pemerintah ataupun swasta," kata peringatan itu.

Serangan Kimia

Prancis melindungi sistem air dari serangan, menjelang pertemuan mengenai iklim global yang diselenggarakan di Paris pada 30 November mendatang. Lebih dari 45 ribu orang, termasuk 138 kepala negara, akan hadir untuk menghadiri KTT tersebut, hanya beberapa pekan setelah rangkaian teror yang menewaskan setidaknya 130 orang di Paris.

"Teroris akan mengambil kesempatan baik dalam pertemuan ini untuk menyerang," ujar Jean-Louis Fiamenghi, kepala keamanan dari perusahaan pengairan dan limbah Prancis, Veolia.

Guna mencegah serangan dari saluran air, Veolia sudah memasang sensor untuk memantau tekanan, tingkat klorin, suhu, dan daya konduksi. Semua hal tersebut merupakan parameter sinyal adanya kontaminasi dalam pasokan air. "Hingga kini, tidak ada ancaman bahan nuklir atau kimia lain di situs Veolia di seluruh Perancis," kata Fiamenghi. Sensor air Veolia ini dianggap cukup mutakhir. Alat ini juga digunakan Veolia saat World Expo di Shanghai pada 2010 dan Olimpiade 2012 di London. Upaya pengamanan ini sesuai dengan peringatan Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls, yang mengatkan bahwa ada risiko serangan kimia seperti kasus gas sarin di kereta Tokyo pada 1995.

Valls juga dipastikan hadir dalam konferensi mengenai iklim di Paris pekan depan. Dalam konferensi tersebut, para pemimpin akan membahas rencana untuk mencegah peningkatan suhu global lebih dari 2 derajat Celsius di atas level pre-industrial. (BBC Indonesia/AFP/kps.com/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru