Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Pilot Rusia Bantah Turki Berikan Peringatan Sebelum Menembak

* Rilis Rekaman Audio, Turki Tidak Tahu Jet yang Ditembak Jatuh Milik Rusia
- Jumat, 27 November 2015 13:51 WIB
326 view
Pilot Rusia Bantah Turki Berikan Peringatan Sebelum Menembak
Moskow (SIB)- Militer Turki mengklaim telah memberikan peringatan sebelum menembak jatuh pesawat tempur Rusia di dekat perbatasan Suriah. Namun satu-satunya pilot Rusia yang selamat dalam serangan itu membantah hal tersebut. Menurut Konstantin Murakhtin, pilot pesawat Su-24M Fencer yang selamat, jet-jet tempur F-16 Turki tidak mengeluarkan peringatan radio ataupun visual sebelum menembak jatuh pesawat Rusia itu.

"Tak ada peringatan, baik lewat komunikasi radio maupun secara visual. Tak ada kontak sama sekali," cetus sang pilot kepada para wartawan Rusia di pangkalan militer Rusia di Suriah, seperti dilansir The Wall Street Journal, Kamis (26/11).

Hal tersebut disampaikan Murakhtin usai diselamatkan pasukan khusus Rusia dan pasukan Suriah setelah melontarkan diri keluar dari pesawatnya. Sedangkan seorang pilot Rusia lainnya dilaporkan tewas ditembak pemberontak Suriah setelah mendarat dengan parasutnya. Pernyataan pilot Rusia itu bertolak belakang dengan pemerintah Turki yang mengklaim jet-jet tempurnya telah mengeluarkan peringatan sebelum menembak pesawat Rusia.

Militer Turki bersikeras telah mengeluarkan peringatan sebelum menembak jatuh pesawat tempur Rusia di dekat perbatasan Suriah. Turki pun merilis rekaman audio tentang peringatan yang diberikan oleh jet tempur F-16 kepada pesawat Su-24 Rusia. Seperti dilansir media Inggris, Guardian, Kamis (26/11), dari suara dalam rekaman tersebut bisa didengar peringatan untuk mengubah arah pesawat. "Change your heading", demikian bunyi peringatan dalam rekaman audio Turki tersebut.

Rekaman audio tersebut dirilis Turki beberapa jam setelah pilot Rusia yang selamat dalam serangan itu, menyatakan bahwa tak ada peringatan dari Turki sebelum penembakan.

Penembakan pesawat Rusia tersebut menjadi salah satu insiden paling serius antara Turki, yang merupakan negara anggora NATO dengan Rusia dalam setengah abad terakhir. NATO sendiri telah menyatakan dukungannya untuk Turki, sembari menyerukan semua pihak tetap tenang.

Versi otoritas Rusia menyebut, pesawatnya diserang ketika masih mengudara di dalam wilayah Suriah, atau sekitar 1 kilometer dari perbatasan. Presiden Vladimir Putin bahkan mengingatkan soal konsekuensi serius pada hubungan kedua negara usai insiden ini. Tidak hanya itu, Putin juga menyebut Turki telah menikam Rusia dari belakang serta menyebut Turki sebagai kaki tangan teroris.

Namun dalam suratnya kepada Dewan Keamanan PBB, Turki menyatakan pesawat Rusia itu ditembak jatuh di wilayah udaranya. Turki menyebut ada dua pesawat, yang saat itu tidak diketahui asal negaranya, masuk ke dalam wilayah udara Turki selama 17 detik. Peringatan pun telah diberikan agar pesawat-pesawat itu berputar arah, bahkan disebut ada 10 kali peringatan dalam waktu 5 menit.

TURKI TIDAK TAHU

Militer Turki menyatakan tak tahu bahwa jet yang mereka tembak jatuh pada Selasa (24/11) kemarin adalah milik Rusia. Kini Turki siap bekerjasama dengan Rusia terkait insiden tersebut. Angkatan bersenjata Turki juga menyatakan telah membuat upaya penting untuk menemukan dan menyelamatkan para pilot usai jet Sukhoi (Su-24) itu ditembak jatuh.

"(Waktu itu) Asal negara pesawat itu kami tidak tahu... dan aturan keterlibatan telah secara otomatis digunakan," kata militer Turki dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir AFP, Kamis (26/11).

Pernyataan itu disiarkan usai ketegangan muncul antara Ankara dengan Moskow. NATO, aliansi yang menaungi Turki, juga telah mengimbau agar semua pihak bisa tenang.

Pilot Su-24 menyatakan, saat itu tak ada peringatan yang diberikan sebelum pesawatnya ditembak jatuh. Pesawat juga tidak memasuki zona udara Turki. Meski begitu, Turki bersikukuh telah memberikan 10 kali peringatan dalam lima menit sebelum menembak jatuh pesawat jet itu.

Pihak militer Turki juga menambahkan, atase pertahanan dan militer Rusia telah diundang Ankara untuk menjelaskan insiden itu. Kedua negara merupakan rival dalam perang Suriah.  Banyak pihak khawatir penembakan jatuh pesawat Rusia itu bisa memicu ketegangan konflik geopolitik. Presiden Rusia Vladimir Putin telah menilai insiden pada Selasa itu sebagai "penikaman dari belakang oleh kaki tangan teroris." (Guardian/WSJ/AFP/dtc/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru