Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Militan Serang Pangkalan PBB di Mali, 3 Orang Tewas

- Senin, 30 November 2015 14:26 WIB
234 view
Militan Serang Pangkalan PBB di Mali, 3 Orang Tewas
Bamako (SIB)- Kelompok militan melakukan penyerangan ke pangkalan pasukan penjaga perdamaian PBB di Kidal, Mali Utara. Akibatnya 3 orang tewas. "Mereka menembakkan rudal sejak pukul 4 pagi ke kamp MINUSMA," kata Wakil Kepala Komunikasi Misi Penjaga Perdamaian PBB, Olivier Salgado kepada Reuters, Sabtu (28/11). Salgado menyebut ada 3 orang tewas dan empat orang mengalami luka  berat dari total korban luka sebanyak 20 orang yang saat ini sedang menjalani perawatan medis.

Namun Salgado tidak menyebutkan identitas dan kebangsaan para korban meskipun sumber di PBB menyebut dua orang pasukan penjaga perdamaian yang jadi korban berkewarganegaraan Guinea. Seorang saksi mata mengatakan, letusan tembakan terdengar setelah rudal menghantam kamp. Sumber keamanan di Mali seperti dikutip Reuters mengatakan pangkalan PBB di Kidal sudah  menerima ancaman dari kelompok militan, dua hari sebelum penyerangan terjadi.

Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan roket yang menewaskan dua tentara pasukan pemelihara perdamaian PBB dan seorang kontraktor di Mali, dan menyebut serangan itu bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang. Dengan suara bulat, 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB mendesak pemerintah Mali untuk cepat menyelidiki serangan itu dan mengadili para pelakunya.

Dewan Keamanan juga memperingatkan bahwa siapa pun yang bertanggung jawab dalam serangan itu harus diadili. "Para anggota Dewan Keamanan menggarisbawahi bahwa serangan yang menyasar pasukan pemelihara perdamaian bisa dianggap sebagai kejahatan perang menurut hukum internasional," kata badan dunia itu. Sekjen PBB Ban Ki-moon yang sedang marah menyampaikan belasungkawanya untuk keluarga para korban dan mendoakan yang cedera segera pulih.

20 orang lainnya terluka dengan empat di antaranya luka berat. Ban menandaskan mereka adalah anggota pasukan penjaga perdamaian dan personel sipil.

DK PBB, seperti halnya Ban, menegaskan dukungan penuh mereka untuk misi PBB di Mali, MINUSMA, dan pasukan Prancis yang menyokongnya. Ekstremis Ansar Dine mengaku melakukan serangan pagi buta ke kamp Kidal itu yang hanya seminggu dari serangan maut ke sebuah hotel di Bamako yang mengguncang Mali. Kontraktor yang tewas berasal dari Burkina Faso, kata Dewan Keamanan PBB. (Rtr/AFP/dtc/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru