Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

ISIS Bangun Angkatan Udara di Libya

* ISIS Eksekusi Mata-Mata Rusia
- Jumat, 04 Desember 2015 11:43 WIB
191 view
 ISIS Bangun Angkatan Udara di Libya
Sirte (SIB)- Kelompok militan ISIS dilaporkan berupaya membangun angkatan udaranya di Kota Sirte, sebelah utara Libya. Informasi yang didapat dari seorang pejabat militer Libya menyebutkan para militan belajar menerbangkan pesawat menggunakan setidaknya simulator terbang di sana. "Itu adalah simulator modern yang datang dari luar negeri," kata sumber yang tidak disebutkan namanya, mengutip dari media Israel Arutz Sheva, Kamis (3/12).

Ia menambahkan, mesin simulator modern tersebut memiliki ukuran sebesar mobil dan dipenuhi kemudi untuk berlatih lepas landas serta mendarat. Terdapat juga peranti komunikasi serta layar radar untuk kontak dengan menara kontrol.

Menurut sang sumber, yang dikutip dari media berbahasa Arab Asharq al Awsat dan berbasis di London, Inggris, tidak diketahui bagaimana para militan mendapatkan mesin simulator modern tersebut. Sumber lainnya mengatakan bahwa ISIS mendapatkan simulator pesawat sipil itu sejak Oktober, dan telah berhasil memiliki simulator lain untuk pesawat tempur dua pekan lalu.

Keberhasilan ISIS merampas pesawat tempur angkatan udara Irak dan Suriah sebelumnya menimbulkan potensi munculnya pilot-pilot teroris yang mampu membajak pesawat dan menabrakkannya ke lokasi-lokasi vital seperti yang terjadi pada 11 September 2001 oleh Al Qaeda.

Libya diduga menjadi tujuan bagi para militan ISIS yang melarikan diri dari Suriah akibat dahsyatnya serangan udara dari Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat (AS) di sana. Libya juga dinilai sebagai lokasi potensial untuk perluasan pengaruh ISIS dari Irak dan Suriah ke kawasan Afrika Utara.

Eksekusi Mata-Mata
Akibat seringnya dibombardir oleh serangan udara jet-jet tempur Rusia, kelompok militan ISIS baru-baru ini merilis video pemenggalan seorang sandera yang diyakini merupakan mata-mata Rusia di Suriah. Sebagaimana dikutip The Independent, Kamis (3/12), kelompok ISIS merilis video itu melalui media sosial simpatisannya. Dalam video tersebut, terlihat seseorang yang posisinya akan dieksekusi. Orang itu terdengar menggunakan bahasa Rusia.

Dalam video itu, sandera ISIS tersebut mengaku merupakan warga Chechnya bernama Magomed Khasayev. Khasayev mengaku telah dikirim oleh badan intelijen Rusia untuk memata-matai wilayah-wilayah yang dijajah ISIS. Beberapa menit setelah video pengakuan itu, gambar beralih pada seorang militan ISIS yang siap untuk memenggal kepala Khasayev yang diyakini sebagai mata-mata dari intel Rusia itu. Seorang militan ISIS itu kemudian berbicara bahwa tindakan eksekusi mati itu dilakukan untuk membalas gempuran serangan udara dari jet-jet tempur Rusia. (Independent/okz/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru