Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

PM Turki Anggap Rusia Cuma Omong Kosong Besar

* Rusia Tambah Pangkalan Udara di Suriah
- Sabtu, 05 Desember 2015 10:35 WIB
302 view
 PM Turki Anggap Rusia Cuma Omong Kosong Besar
ANKARA (SIB)- Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menyindir Presiden Rusia Vladimir Putin yang dinilai hanya mendaur ulang propaganda perang dingin ala Uni Soviet. “Pada zaman perang dingin, ada yang namanya mesin propaganda Uni Soviet, setiap hari menyebarkan kebohongan yang berbeda. Pertama, rakyat Rusia akan mempercayainya dan mereka juga berharap dunia mempercayainya," kata Davutoglu. "Yang ada cuma omong kosong besar,” tegas Davutoglu di Ankara, Kamis (3/12).

Davutoglu membantah keras tudingan terbaru Negeri Beruang Merah bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya mendapatkan keuntungan bisnis dari perdagangan minyak ilegal dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). “Propaganda ini adalah mainan lama yang muncul kembali. Tidak akan ada yang percaya dengan mesin kebohongan itu,” kata Davutoglu.

Dia menambahkan, Amerika Serikat juga telah membantah propaganda murahan Rusia dan itu membuktikan Rusia hanya mengarang cerita. Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Mark Toner menuturkan bahwa tidak ada bukti untuk mendukung tuduhan Rusia bahwa Pemerintah Turki berbisnis minyak dengan kelompok teroris tersebut.

Berbicara beberapa hari sebelumnya, Presiden Erdogan pun mengecam keras apa yang disebutnya sebagai kebohongan Putin. Dia mengatakan akan mengundurkan diri jika Putin dapat membuktikan tuduhan tidak berdasarnya itu.

Tambah Pangkalan
Sementara itu, kelompok pemantau Suriah, Syrian Observatory for Human Rights mengatakan bahwa Rusia memperluas pangkalan udara mereka di Provinsi Homs, Suriah. Pangkalan tersebut digunakan untuk mengakomodasi jet tempur, dan Rusia juga sudah menggunakan pangkalan udara lain di sebelah timur untuk helikopter. Yang pertama, pangkalan udara Shayrat, berada di tenggara Kota Homs, dan yang kedua adalah pangkalan al Tayas yang berada di dekat Kota Palmyra yang dikuasai oleh ISIS. Observatory mengatakan serangan udara kemungkinan akan dilancarkan di wilayah dekat dengan kedua pangkalan itu.

Seorang pejabat Amerika Serikat yakin Rusia telah memindahkan peralatan ke Shayrat. Ia namun tak memberi rincian barang-barang yang dipindahkan, namun yakin beberapa di antaranya telah digunakan dalam operasional.

Kementerian pertahanan Rusia belum mengomentari laporan ini. Rusia memulai serangan udara pada 30 September untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, namun jet tempur berangkat dari pangkalan di Provinsi Latakia. Gedung Putih pada Senin lalu mengatakan bahwa serangan Rusia terhadap ISIS meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Namun sebelumnya, serangan Rusia dituding lebih banyak menggempur pasukan oposisi pemberontak moderat yang didukung oleh negara Barat. (Rtr/kps.com/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru