Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026
Sebut Jumlahnya Hanya Sedikit

Pejabat AS Benarkan Kemungkinan Turki Beli Minyak dari ISIS

* Finlandia Jadi Mediator Pertikaian Rusia dan Turki
- Senin, 07 Desember 2015 14:11 WIB
302 view
Pejabat AS Benarkan Kemungkinan Turki Beli Minyak dari ISIS
SIB/AP Photo/Evan Vucci
Presiden Barack Obama (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan usai satu pertemuan bilateral, Rabu (2/12) di Paris, Prancis. Kedua kepala negara membahas krisis Suriah dan perlawanan terhadap ISIS.
Helsinki (SIB)- Pemerintah Amerika Serikat membela Turki dari tudingan Rusia terkait pembelian minyak ilegal asal Suriah. AS meragukan klaim bahwa pejabat di Ankara mengirim banyak truk hilir mudik membeli minyak dari kilang-kilang yang sekarang dikuasai Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).

Pejabat Kementerian Luar Negeri AS membenarkan kemungkinan memang ada penyelundupan minyak ilegal di perbatasan Turki-Suriah, tapi bukan dalam skala besar. "Jumlah minyak yang diselundupkan ke Turki itu sedemikian kecil, tak signifikan dari sisi volume maupun pendapatannya," kata Utusan Khusus AS bidang Energi Internasional, Amos Hochstein, seperti dilansir Al Arabiya, Sabtu (5/12).

Negeri Paman Sam menduga penyelundupan itu dilakukan pihak swasta belaka, dalam partai kecil. Mustahil keluarga Presiden Reccep Tayyip Erdogan sampai terlibat, sesuai tudingan Rusia. "Kalaupun terlihat ribuan truk hilir mudik, bisnis itu dijalankan banyak kelompok berbeda," imbuh Hochstein.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan tiga rute ilegal pembelian minyak Turki. Rute itu membentang dari Suriah dan Irak ke Ibu Kota Ankara. Tiga kunci rute penjualan minyak ke Turki berasal dari kelompok ISIS, yang mengontrol wilayah Suriah dan Irak. Itu sudah terungkap," ujar Kepala Komando Strategis Rusia Sergey Rudskoy, seperti dilansir dari Kantor Berita Rusia, TASS, Rabu kemarin.

Sepanjang rute barat, kilang minyak memproduksi hidrokarbon di dekat Kota Raqqa. Diantarkan melalui mobil, biasanya pada malam hari ke barat laut Suriah. Kemudian diantarkan via perbatasan di Azaz, dan Reyhanli untuk dibawa ke kilang minyak Tuki di Dortyol dan Iskenderun.

Dalam jumpa pers di Moskow, pejabat Rusia sekaligus menayangkan foto satelit memperlihatkan barisan truk tangki diisi minyak di satu fasilitas kilang minyak yang dikuasai ISIS di Suriah dan Irak. Truk-truk itu kemudian melewati perbatasan untuk memasuki wilayah Turki. "Turki adalah konsumen utama dari minyak yang dicuri di Suriah dan Irak. Berdasarkan informasi yang kami terima, Presiden Erdogan dan keluarganya terlibat dalam bisnis kriminal ini," kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov. Bahkan Antonov menuding anak kandung dan menantu Erdogan.

Finlandia Jadi Mediator

Presiden Finlandia Sauli Niinisto mengatakan ia berperan sebagai penengah antara Rusia dan Turki setelah jet tempur Rusia ditembak jatuh di perbatasan Suriah-Turki pada 24 November lalu. Niinisto mengatakan itu ketika ia menjawab pertanyaan pemirsa dalam program yang disiarkan oleh lembaga penyiaran nasional Finlandia Yle.

Mengenai pertanyaan tentang peran satu negara kecil seperti Finlandia dalam politik internasional, Niinisto mengatakan ia telah membantu menyampaikan pesan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah ia menemui mereka satu demi satu. "Menurut saya negara seukuran ini harus bisa memainkan peran dalam membangun hubungan antara Timur dan Barat," kata Niinisto sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua. Ia menekankan pemain-pemain kecil seperti Finlandia bisa memainkan peran penting dalam kancah politik internasional.

Selama Perang Dingin, Finlandia juga berperan aktif sebagai mediator dan perantara perdamaian. Niinisto juga menekankan peran potensial yang bisa dimainkan Uni Eropa sebagai penengah perdamaian. Ia berharap peran Uni Eropa dalam hubungan internasional akan berkembang, terutama dalam hubungan Amerika Serikat-Rusia dan ketegangan di Timur Tengah.

"Saya melihat potensi besar pada Uni Eropa. Saya sebelumnya telah berbicara mengenai peningkatan kebijakan pertahanan dan keamanan bersama. Uni Eropa bersama-sama jauh lebih besar dibandingkan dengan negara Uni Eropa secara terpisah," katanya. (Al Arabiya/Mdk.com/Ant/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru