Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Presiden COP21 Paris Bentuk Tim 14, Indonesia Tak Terlibat

- Selasa, 08 Desember 2015 11:53 WIB
318 view
Presiden COP21 Paris Bentuk Tim 14, Indonesia Tak Terlibat
Paris (SIB)- Presiden Conference of Parties (COP) Ke-21 Laurent Fabius membentuk tim fasilitator untuk mendobrak kebuntuan di  Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) di Paris. Fasilitator itu beranggotakan menteri dari 14 negara anggota UNFCCC.

Pada hari Minggu sore (6/12) waktu Paris, sebagian menteri itu melakukan rapat tertutup. “Tim fasilitator ini bertanggungjawab membantu kami untuk memastikan COP berjalan sukses,” kata Laurent Fabius yang menjabat Menteri Luar Negeri Prancis dan tuan rumah COP yang berlangsung pada 30 November sampai 11 Desember 2015.

Isu besar yang mengganjal persidangan pekan pertama adalah soal target jangka panjang penurunan emisi di atmosfer. Perdebatan keras antara kelompok negara yang ingin batas kenaikan suhu global tidak lebih dari 2 derajat celcius dengan kelompok yang kukuh batas adalah 1,5 derajat.   Negara miskin dan kepulauan bakal terkena dampak paling parah jika kenaikan suhu terlalu tinggi.

Perdebatan itu untuk mengakomodasi prinsip shared responsibility (tanggungjawab menurunkan emisi gas-gas rumah kaca) dan differentiated capability (kemampuan tiap negara melakukan penurunan emisi) yang dapat diterima semua pihak. 

Dua hal itu sangat penting karena bakal merefleksikan keadilan dan kesetaraan dalam perjanjian bersejarah yang diharapkan tercapai di akhir pertemuan COP21. Termasuk dalam isu ini soal pembahasan pendanaan iklim (climate financing) dari negara maju kepada negara berkembang yang selama ini menjadi korban. Perjanjian ini bakal menggantikan Protokol Kyoto.

Ke-14 fasilitator  itu adalah:

* Menteri Luar Negeri Gabon Emmanuel Issoze-Ngondet dan Menteri Luar Negeri dan Sekretaris Negara di Kementerian Lingkungan Jerman Jochen Flasbarth, bertanggung jawab untuk “mekanisme pelaksanaan” (pembiayaan, teknologi dan kapasitas).
* Menteri Lingkungan Hidup Brasil, Izabella Texeira dan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan akan bertanggung jawab untuk tema diferensiasi.
* Menteri Lingkungan dan Perubahan Iklim Norwegia Tine Sundtoft  dan  Menteri Pelayanan Publik, Pembangunan Berkelanjutan, Energi dan Iptek Saint Lucia, James Fletcher akan bertanggung jawab untuk tema ambisi;
* Menteri Lingkungan Hidup Gambia PA Ousman Jarju dan Sekretaris Negara untuk Energi dan Perubahan Iklim, Inggris Raya, Amber Rudd akan bertanggung jawab atas tindakan pra-2020 (tidak termasuk pembiayaan yang akan dibahas dalam mekanisme pelaksanaan pra-2020).

Keempat tema itu mulai dibahas sejak Minggu sore (6/12) waktu Paris.

Selain itu, bakal dilakukan konsultasi informal untuk tema-tema berikut:

* Menteri Lingkungan Bolivia René Orellana dan Menteri Iklim dan Lingkungan Swedia, Åsa Romson bertanggung jawab untuk tema adaptasi.
* Menteri Negara Lingkungan Hidup Peru sekaligus Presiden  COP Ke-20, Manuel Pulgar Vidal bertanggung jawab untuk preambul. Dia juga akan melakukan misi dalam hubungannya dengan wakil-wakil masyarakat sipil atas nama Presiden COP 21.
* Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kanada, Catherine McKenna, Menteri Lingkungan Hidup Ekuador, Daniel Vicente Ortega Pacheco dan Menteri Negara, Utusan khusus untuk Energi dan Perubahan Iklim UEA, Sultan Ahmed Al Jaber juga  menjadi anggota tim fasilitator.  Misi mereka akan mulai Senin (7/12).

Indonesia tidak terlibat dalam tim 14 ini karena Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya sudah meninggalkan Paris. (T/y)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru