ANKARA (SIB)- Terlepas dari penempatan tentaranya di negara tetangga, Irak, wilayah Turki diam-diam mulai dikepung sejumlah mesin perang Rusia. Soal ini, mungkin pemerintah Turki belum merepons. Tapi setidaknya media Turki, Hürriyet Daily News, mencoba memberi peringatan secara tertulis kepada pemerintah Turki.
Surat kabar harian itu menuliskan tentang penempatan 14 helikopter Rusia di salah satu negara tetangga mereka, Armenia, serta “mangkalnya†Kapal Selam Rusia, “Rostov-on-Don†di Laut Mediteranea.
“Russia mengirim 14 helikopter ke Armenia dan menempatkan mereka di Pangkalan Erebuni, dekat Ibu Kota Yerevan sejak 8 Desember. Tujuh di antaranya merupakan helikopter serbu Mil Mi-24 dan yang lainnya helikopter pengangkut Mil M-8,†tulis Hürriyet, disitat Sputnik, Jumat (11/12).
Sementara itu, juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa komitmen pasukan koalisi anti-teroris Amerika Serikat dalam memerangi kelompok militan ISIS di Suriah tidak menjanjikan. Berdasarkan pantauan Pemerintah Rusia, pasukan koalisi di bawah pimpinan AS sering bergerak sendiri-sendiri. Padahal sebagai pasukan koalisi, seharusnya mereka mampu membuktikan ketertiban dengan bekerja sama di bawah satu komando.
“Sekarang jelas bahwa anggota koalisi dalam beberapa kasus mengatakan aksinya merupakan bagian dari tugasnya di koalisi. Namun dalam kesempatan lain, seringkali mereka bergerak secara independen ketika hal tersebut menguntungkan mereka. Kesannya jadi seperti ada standar ganda yang diterapkan,†terang Maria, seperti dikutip dari TASS, Jumat (12/11).
Menurutnya, AS dan sekutu hanya ikut-ikutan menggempur ISIS. Seolah-olah mereka bergerak atas dasar pemberantasan terorisme. Padahal, mereka bergerak mengejar kepentingan politik masing-masing di wilayah kekuasaan kelompok militan asal Irak dan Suriah tersebut.
“Alangkah baiknya jika konsep standar ganda itu bisa dimengerti oleh seluruh dunia. (Namun AS juga perlu mengingat) pentingnya keputusan Prancis, Inggris, dan Jerman untuk berpartisipasi aktif dalam memerangi ISIS setelah diskusi internal yang sulit (di pemerintahan mereka masing-masing),†ujar Maria.
Sebenarnya, Rusia telanjur kecewa dengan sikap AS yang selalu bergerak sendiri dalam penggempuran ke markas-markas besar ISIS di Irak dan Suriah. Maria mengungkap bahwa Rusia juga beberapa kali menawarkan mitra negara baratnya tersebut untuk berbagi informasi tentang ISIS. Sayangnya, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh Obama.
“Mereka (AS) bahkan tidak melaporkan apa pun tahun lalu saat pilot mereka menemukan konvoi tangki minyak ISIS yang menjadi sumber finansial militer ISIS. Kemungkinan mereka sudah mengetahui lokasi tersebut tetapi tidak mau membagi informasi tersebut dan tidak melakukan apa pun untuk menghentikan iring-iringan itu,†ungkapnya.
Assad Harus Turun
Presiden Bashar al-Assad harus turun sukarela melalui perundingan atau dipaksa lengser dengan kekerasan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir di Riyadh pada Kamis (10/12), dikutip Al-Arabiya. Jubeir berbicara kepada reporter di sela pertemuan dua hari dengan kelompok oposisi Suriah. Dalam perundingan disepakati dengan suara bulat bahwa Assad harus turun jika ingin Suriah damai. "Seperti yang saya katakan sebelumnya, Bashar Assad punya dua solusi: Turun melalui negosiasi, yang mudah dan lebih baik bagi semua, atau dia harus mundur melalui pertempuran karena rakyat Suriah menolak rezimnya dan pria itu tetap berkuasa," ujar Jubeir.
Berbicara soal Iran, Jubeir mengatakan bahwa sekutu Suriah itu memiliki peranan negatif di kawasan. Iran menurutnya, memiliki pengaruh buruk dalam setiap permasalahan regional. Dalam pernyataan yang dikeluarkan di akhir pertemuan kelompok oposisi dan faksi revolusi Suriah, politisi Suriah dan kelompok bersenjata, disepakati bahwa Assad dan kroninya harus turun untuk memulai proses transisi yang ditetapkan bulan lalu oleh para diplomat.
Para delegasi juga bersedia melakukan gencatan senjata jika Assad mundur. Setiap langkah transisi nantinya akan diawasi oleh PBB. Pertemuan itu juga disepakati dibentuknya tim Komisi Tinggi untuk Negosiasi.
Kelompok oposisi juga menolak kehadiran tentara asing di Suriah dan mengedepankan politik untuk menyelesaikan masalah. Mereka juga sepakat bernegosiasi dengan perwakilan rezim Assad berdasarkan pernyataan Jenewa pada Juni 2012. Sementara itu, Rusia, Amerika Serikat dan PBB akan melakukan perundingan tiga pihak di Jenewa pada Jumat pekan ini untuk mempersiapkan perundingan baru di Wina yang merupakan hasil pertemuan yang untuk pertama kalinya menghadirkan Saudi dan Iran dalam satu meja.
Kepala Keuangan ISIS Tewas
Kepala keuangan kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam atau ISIS tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan koalisi pimpinan AS. Demikian kata juru bicara militer AS. Muwaffaq Mustafa Mohammed al-Karmoush, alias Abu Salah, dan dua pejabat tinggi ISIS lainnya, tewas dalam serangan yang berlangsung dalam "beberapa pekan terakhir". Namun, pihak militer AS tidak memerinci lebih lanjut.
Pasukan koalisi telah melakukan serangan udara terhadap gerilyawan ISIS di Irak dan Suriah selama lebih dari setahun. Seorang pemimpin ISIS lainnya tewas pula baru-baru ini oleh serangan di Libya. Juru bicara militer AS, Kolonel Steve Warren, membenarkan kematian para pimpinan ISIS tersebut dalam percakapan video jarak jauh dari ibu kota Irak, Baghdad.
Abu Salah adalah nama samaran dari Muwaffaq Mustafa Mohammed al-Karmoush. Ia muncul dalam daftar pencarian Counter Terrorism, Departemen Keuangan AS. Kolonel Warren menyebut Abu Salah sebagai warga negara Irak kelahiran tahun 1973 dan merupakan salah satu anggota "paling senior dan berpengalaman", dari jaringan keuangan kelompok militan itu. "Terbunuhnya Abu Salah dan para pendahulunya akan melemahkan pengetahuan serta keahlian yang dibutuhkan dalam mengoordinasikan dana dalam organisasi jaringan tersebut," kata Kol Warren.
Warren juga menambahkan, para pemimpin lainnya yang tewas adalah Abu Mariam, pejabat penting ISIS yang bertanggung jawab untuk berbagai aksi pemerasan, dan Abu al-Waqman Tunis, yang mengoordinasikan penempatan orang, senjata, dan informasi.
Brett McGurk, utusan khusus Presiden AS untuk koalisi global melawan ISIS, dalam Twitter-nya mengatakan, "Tiga tewas sebagai bagian dari operasi militer pasukan koalisi untuk menghancurkan infrastruktur keuangan Isil (ISIS) ini." Pada Senin (7/12), Pentagon memastikan serangan udara AS telah menewaskan seorang pimpinan senior ISIS di Libya. Abu Nabil tewas setelah pesawat jet F-15 menargetkan sebuah kamp yang ditempatinya di sebelah timur kota Derna pada tanggal 13 November. (TASS/dtc/CNNIndo/f)