Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

ISIS Rilis Video Penaklukan Roma di Akhir Zaman

* Punya Alat Buat Paspor Suriah, ISIS Bikin Gusar AS
- Minggu, 13 Desember 2015 16:21 WIB
642 view
ISIS Rilis Video Penaklukan Roma di Akhir Zaman
AS (SIB)- ISIS kembali merilis video propaganda di internet, kali ini soal penyerangan ke Roma dan negara-negara Barat di akhir zaman. Seperti diberitakan The Independent, Jumat (11/12), video itu berjudul "Pertemuan di Dabiq." Dabiq adalah salah satu kota tempat pertempuran terakhir di akhir zaman yang disinggung dalam sebuah hadits Nabi.

Seperti video propaganda ISIS sebelumnya, rekaman kali ini juga digarap dengan apik. Salah satu cuplikan menampilkan tank ISIS sedang berjalan menuju Colosseum di Roma, Italia, yang sudah dalam keadaan terkubur pasir. Kota itu terlihat luluh lantak, ISIS mencoba menggambarkan keadaan peperangan di penghujung dunia. Cuplikan itu diduga dibuat dengan teknik komputer. Cuplikan lainnya menggambarkan kekuatan tentara ISIS, yang membawa senapan dan berpenutup wajah, dilatari oleh nasyid perjuangan.

Cuplikan lainnya juga menampilkan Basilika Santo Petrus di Vatikan dan gedung PBB di New York. Ditampilkan juga latihan perang ISIS, mulai dari melempar granat dan menembak senjata, termasuk saat mempersiapkan makanan. Salah satu gambar menunjukkan 60 bendera nasional, terdiri dari negara-negara yang akan mereka perangi, termasuk di antaranya Inggris, Perancis, Australia dan Amerika Serikat.

Video semacam ini adalah salah satu alat propaganda ISIS yang cukup ampuh dalam menjaring pengikut. Barat saat ini tengah mengawasi dengan lekat penggunaan media sosial dan internet serta penyebaran materi propaganda ISIS di dunia maya.

Propaganda ISIS kebanyakan mengincar para pemuda. Beberapa simpatisan ISIS dikhawatirkan melakukan serangan tunggal atau yang dikenal dengan nama lone wolf. Beberapa waktu lalu di San Bernardino, Amerika Serikat, sepasang suami istri yang diduga teradikalisasi ISIS melakukan penembakan di sebuah fasilitas penyandang cacat, menewaskan 14 orang. Pada November lalu, enam titik di Paris diserang penembakan dan pengeboman bunuh diri, menewaskan sedikitnya 130 orang.

BIKIN GUSAR KHAWATIR
Laporan intelijen baru menunjukkan bahwa kelompok militan ISIS memiliki kemampuan untuk membuat paspor Suriah. Hal ini memicu kekhawatiran pencurian identitas dan penyusupan oleh anggota ISIS di negara Barat. Seperti diberitakan CNN, Jumat (11/12), laporan intelijen ini dibagikan oleh Badan Penegakan Bea dan Imigrasi Amerika Serikat, ICE, kepada para aparat. Menurut ICE, ISIS memiliki mesin pencetak paspor dan banyak buku paspor kosong. Kemampuan membuat paspor kosong ini juga didukung oleh penguasaan ISIS terhadap beberapa gedung pemerintah Suriah yang memuat dokumen pribadi warga, termasuk catatan sidik jari. Dengan semua kelengkapan ini, ISIS mampu membuat paspor tidak berbeda dengan yang aslinya.

"Kami telah mendapat laporan itu, tidak hanya melalui media, bahwa mereka memiliki kemampuan itu. Jelas, hal ini kami tanggapi dengan serius. Ini adalah sesuatu yang sangat kami sadari," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS John Kirby.

Menurut sumber CNN, ICE mengeluarkan peringatan beberapa pekan terakhir kepada penegak hukum di AS soal kemampuan ISIS ini. Dalam laporannya, ICE mengatakan bahwa ISIS berpotensi memasuki AS menggunakan paspor palsu yang tidak bisa dibedakan dengan yang asli.

Sementara itu, militan ISIS dikatakan menarik pendapatan 500 juta dolar AS dari perdagangan minyak yang sebagian besar dijual kepada pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sebagian lainnya dijual ke Turki, kata seorang pejabat Departemen Keuanganan Turki seperti dikutip Reuters.

Pejabat Departemen Keuangan AS Adam Szubin mengatakan ISIS telah menjual minyak senilai 40 juta dolar AS per bulan dari instalasi-instalasi minyak yang kemudian diangkut truk-truk ke seluruh garis pertempuran perang saudara Suriah yang kadang jauh  melewati itu. "ISIS menjual sebagian besar minyak kepada rezim Assad," kata Szubin, yang adalah wakil menteri keuangan bidang terorisme dan intelijen keuangan, pada forum di Chatham House di London. "Kedua pihak (ISIS dan rezim Assad) saling membantai tetapi mereka juga menjalin hubungan dagang bernilai jutaan dolar," kata Szubin.

Sebagian besar minyak yang dijual ISIS sampai ke tangan rezim Assad, sedangkan sebagian lainnya dikonsumsi sendiri wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS. Beberapa bagian sampai ke wilayah Kurdi dan sebagian ke Turki, kata dia. "Ada juga yang melintasi perbatasan memasuki Turki."

Setelah Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia bulan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh minyak milik ISIS masuk ke wilayah Turki, bahkan menuduh putra Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menarik keuntungan dari minyak ilegal ISIS itu.

"Tak pelak lagi pengamanan yang lebih baik adalah menutup perbatasan Turki dari aliran (minyak ISIS) adalah komponen penting untuk saat ini dan dengan segala hormat kami menanti pihak Turki berbuat lebih banyak lagi," kata Szubin. "Ini bukan hanya masalah keuangan, ini juga soal aliran masuk teroris asing, ini soal senjata dan soal pendanaan. Saya kira mengamankan perbatasan itu akan memberi sumbangsih besar dalam mengintensifkan serangan dan juga mengurangi ancaman."

Dalam usaha memotong hubungan ISIS dengan sistem keuangan global, Szubin mengatakan AS telah bekerjasama dengan Irak untuk menutup beberapa cabang banknya di wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS. Szubin mengatakan ISIS telah menjarah dana senilai 1 miliar dolar AS dari bank-bank di Suriah dan Irak, namun sasaran utama sekutu adalah perdagangan minyak ISIS, demikian Reuters. (Ant/CNNIndo/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru