Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Keterbukaan Pemilu Arab Saudi untuk Wanita Jadi Tonggak Sejarah

- Selasa, 15 Desember 2015 12:23 WIB
317 view
Keterbukaan Pemilu Arab Saudi untuk Wanita Jadi Tonggak Sejarah
Washington (SIB)- Otoritas Amerika Serikat menyambut baik pemilihan umum di Arab Saudi yang terbuka untuk pemilih maupun kandidat wanita. AS menyebutnya sebagai tonggak sejarah bagi Saudi, yang masih menerapkan pembatasan bagi kaum wanita.

Seperti dilansir AFP, Senin (14/12), pemilihan umum legislatif yang digelar pada Sabtu (12/12) waktu setempat meloloskan sedikitnya 14 kandidat wanita untuk menduduki kursi Dewan Kota setempat. "Partisipasi wanita mewakili langkah maju di Arab Saudi, menuju proses pemilu yang inklusif yang bisa memastikan seluruh warga negara terwakili dalam pemerintahan yang bertanggung jawab untuk seluruh warga Saudi," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, John Kirby, dalam pernyataannya.

"Seperti yang sudah kami bicarakan sejak lama, penyertaan seluruh warga negara dalam pemilu dan pemerintahan menjadi hal penting bagi kemakmuran, stabilitas dan perdamaian seluruh bangsa, dan kami menyambut baik tonggak sejarah ini," imbuhnya.

Lebih dari 900 wanita mencalonkan diri di antara sekitar 6.440 total kandidat dalam pemilu ini. Mereka memperebutkan sekitar 284 kursi Dewan Kota. Namun dalam pencalonannya, kandidat wanita harus menghadapi serangkaian hambatan.

Mulai dari adanya pemisahan jenis kelamin, sehingga kandidat wanita tidak bisa secara langsung menemui para pemilih pria saat kampanye. Mereka juga mengalami hambatan birokrasi di mana mereka tidak mendapat banyak informasi soal proses pencalonan. Ditambah lagi, setiap wanita di Saudi tidak bisa mengemudikan kendaraan tanpa didampingi anggota keluarganya yang berjenis kelamin laki-laki. Ini menghambat mereka saat hendak mendaftarkan diri.

Hambatan yang sama juga berlaku untuk pemilih wanita yang tidak memiliki akses mandiri terhadap kandidat yang harus mereka pilih. Dampaknya, jumlah wanita hanya mencapai kurang dari 10 persen dari jumlah total pemilih yang terdaftar.

Data komisi pemilu setempat menyebut nyaris 1,5 juta orang yang berusia di atas 18 tahun berhak ikut pemilu. Namun jumlah pemilih wanita yang terdaftar untuk tahun ini hanya mencapai 130.637 orang. Jumlah total populasi Saudi mencapai 21 juta jiwa. (Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru