Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Obama Bersumpah Bunuh Para Pemimpin ISIS

- Rabu, 16 Desember 2015 12:03 WIB
411 view
Obama Bersumpah Bunuh Para Pemimpin ISIS
Washington (SIB)- Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan tekad baru untuk menghancurkan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Obama bersumpah akan membunuh pemimpin ISIS. Dalam pernyataan yang lebih keras dari biasanya, Obama menyebut AS dan sekutunya telah meningkatkan pertempuran melawan ISIS di Irak dan Suriah. Obama mengakui diperlukan kemajuan yang lebih cepat untuk bisa mengalahkan ISIS.

"Kita menyerang ISIL (nama lain ISIS) lebih keras dari sebelumnya," ucap Obama dalam pernyataan terbaru menanggapi penembakan brutal di San Bernardino, California yang disebut-sebut terinspirasi ISIS, seperti dilansir AFP, Selasa (15/12).

"Sementara kita menyerang pusatnya, kita akan membuatnya semakin sulit bagi ISIL untuk menyebarkan teror dan propaganda ke seluruh dunia," imbuh Obama dalam pernyataan di Pentagon, usai bertemu dengan penasihat militer dan keamanan nasional.

Menyebut delapan nama tokoh ISIS yang tewas dalam operasi koalisi AS dan sekutunya, Obama melontarkan peringatan serius untuk pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi dan tokoh ISIS lainnya. "Pemimpin ISIL tidak bisa bersembunyi dan pesan kami selanjutnya untuk mereka: Anda selanjutnya," tegas Obama.

Pasukan khusus AS kini ada di Suriah untuk membantu kelompok lokal dalam menyerbu ISIS di Raqa, yang menjadi ibukota wilayah mereka. Sementara itu, militer Irak terus bergerak untuk mengambil alih Ramadi, sembari mengepung Fallujah dan memutus rute suplai ke Mosul.

Sedangkan dari udara, militer AS dan sekutunya mulai menargetkan infrastruktur ISIS, menghancurkan ratusan truk tanker ISIS serta sumur dan kilang minyak yang dikuasai mereka. "Semenjak musim panas, ISIL tidak meraih keberhasilan satupun dalam operasi mereka di wilayah Suriah maupun Irak," tandas Obama.
Sementara itu Menlu AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergey Lavrov bertemu muka di Moskva, Rusia. Keduanya membahas kesepakatan bersama perihal teroris ISIS dan masa depan Suriah. Kerry menyatakan bahwa “Paman Sam dan Beruang Merah” kini sudah punya satu pandangan terhadap teroris ISIS di Suriah dan Irak.

Kelompok radikal yang acap disebut ‘Daesh’ itu sudah dinyatakan musuh bersama, tak hanya buat AS dan Rusia, tapi juga semua negara di dunia. “Rusia dan AS sepakat bahwa (ISIS) adalah ancaman buat semua orang, semua negara dan tak ada negosiasi terkait hal itu,” cetus Menlu Kerry.

Di sisi lain, Rusia dan AS masih harus menyepakati soal kelompok-kelompok militan mana saja yang juga dimasukkan ke daftar teroris dan kelompok-kelompok militan mana saja yang mesti diajak bekerja sama, jelang pertemuan di New York, 18 Desember mendatang. “Isu utama hari ini adalah kesepakatan daftar organisasi teroris dan kemungkinan soal implementasi yang sebelumnya sudah disetujui selama pertemuan di Wien,” timpal Wamenlu Rusia, Sergey Rybakov.
Bantah Adanya Kamp ISIS

Menanggapi pernyataan kepolisian Malaysia yang menyebut bahwa ISIS sedang melatih anak-anak untuk menjadi teroris di kamp-kamp di Suriah dan Kazakhstan, Duta Besar Republik Kazakhstan untuk Singapura, Yerlan Baudarbek-Kozhatayev, menampik gosip tersebut.

"Tidak ada kamp ISIS di wilayah Republik Kazakhstan," katanya mengklarifikasi.Ia menambahkan, tuduhan seperti itu "sungguh merusak reputasi Kazakhstan di kancah internasional dan bisa berujung pada konsekuensi yang tidak diinginkan". Kazakhstan "menjalankan kewajiban internasional untuk memerangi terorisme secara serius" dan bekerja sama erat dengan Komite Kontraterorisme di Dewan Keamanan PBB.

Selain itu, menurut Baudarbek-Kozhatayev, negaranya turut mendorong pembuatan koalisi antiteroris PBB, serta mengadopsi pendekatan komprehensif PBB dalam melawan terorisme berikut langkah-langkahnya, seperti hak universal bagi semua negara untuk mencari, memburu, meringkus, dan mengekstradisi teroris.
Sebelumnya, dalam sebuah seminar di Kuala Lumpur pada Senin (14/12), pejabat senior kontraterorisme kepolisian Malaysia, Ayob Khan Mydin Pitchay mengatakan anak-anak dengan usia sedikitnya dua tahun tengah dilatih menjadi teroris generasi selanjutnya di kamp-kamp di Suriah dan Kazakhstan.

Menurutnya, sebanyak 500 anak dari seluruh dunia ditempa di kamp-kamp tersebut guna melebarkan sayap terorisme ke seluruh dunia, termasuk kawasan Asia Tenggara.

Profesor Greg Barton dari Universitas Deakin, Australia membenarkan adanya kemungkinan ISIS menjajah Asia Tenggara. Barton meyakini bahwa Asia Tenggara merupakan target realistis mereka. "Penting bagi ISIS untuk mengatakan bahwa seluruh dunia ada di tangannya, juga keterlibatan Indonesia sebagai negara berpopulasi Muslim terbesar di dunia, keterlibatan Muslim di Asia Tenggara secara umum, bagi nilai simbolisnya, bagi klaimnya untuk menjadi khilafah,” ucap Barton. (Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru