Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Bakal Capres AS Tuntut Partai Demokrat

- Minggu, 20 Desember 2015 16:28 WIB
304 view
Bakal Capres AS Tuntut Partai Demokrat
SIB/AP Photo/Manuel Balce Ceneta
Bakal capres AS dari Partai Demokrat Bernie Sanders bertemu dengan anggota Pekerja Komunikasi AS (CWA). Sanders melayangkan gugatan federal, Jumat (18/12), terhadap Komite Nasional Partai Demokrat (DNC) setelah organisasi partai itu menghentikan akses kam
Washington (SIB)- Bakal capres AS dari Partai Demokrat, Bernie Sanders melayangkan gugatan federal, Jumat (18/12), terhadap Komite Nasional Partai Demokrat (DNC) setelah organisasi partai itu menghentikan akses kampanye Sanders pada data pemilih yang penting.

Pertikaian internal itu memuncak setelah DNC menghentikan akses Sanders dari data itu dan mengatakan kampanye kepresidenan Senator dari Vermont itu memanfaatkan kesalahan dalam piranti lunak untuk secara tidak benar mengakses informasi rahasia pemilih yang dikumpulkan oleh tim saingannya Hillary Clinton.

Gugatan ini terjadi kurang dari dua bulan menjelang pemilihan yang pertama dilakukan dan pada malam menjelang debat partai Presiden Partai Demokrat berikutnya, gugatan itu mengungkap kecurigaan lama diantara Sanders dan pendukungnya bahwa partai nasional itu secara tidak adil bekerja untuk mendukung pencalonan Clinton.

“Jelas dalam kasus ini mereka berusaha membantu kampanye Clinton,” kata manajer kampenye Jeff Weaver mengenai Komite Nasional Partai Demokrat. Tindakan DNC itu bisa melumpuhkan kampanye Sanders tergantung lamanya larangan itu. DNC menyimpan data asli pemilih yang secara independen bisa ditambah dan dianalisa masing-masing kampanye.

Tanpa akses pada data itu, pejabat kampanye Sanders mengatakan mereka tidak bisa melakukan fungsi mendasar seperti mengidentifikasi para pendukung di Iowa atau memberitahu relawan atau siapa yang harus ditelpon untuk memilih di New Hampshire.

Sementara itu bakal capres dari Partai Republik, Donald Trump, balas menyanjung Presiden Rusia Vladimir Putin.  Jika sebelumnya Putin menyanjung Trump tanpa mengait-kaitkan dengan orang lain, kini miliuner AS itu menyanjung Putin dengan turut membanding-bandingkannya pada sosok Presiden AS Barack Obama.

“Tidak seperti sosok yang kami miliki di negeri ini (Obama), dia (Putin) sangat serius menjalankan negaranya ke arah perkembangan. Putin mencerminkan sosok pemimpin yang sebenarnya,” ucap Trump. “Saya pastinya akan turut mengecam negara-negara yang menuduh bahwa taktik Putin di Suriah merupakan hal yang brutal,” lanjutnya.

Trump menambahkan, dirinya merasa bahwa pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Obama pun turut banyak melakukan taktik yang tak diperhitungkan secara matang dalam melancarkan agresi ke Suriah dengan koalisi internasional.

Trump mendapat pujian setinggi langit dari The Gray Cardinal –julukan Presiden Putin– ketika mendapat pertanyaan dari ribuan wartawan dalam konferensi pers tahunan ke-11. Presiden Putin dilaporkan juga terkesan dengan keunggulan Trump atas para pesaingnya di Partai Republik, seperti Senator Ted Cruz, Marco Rubio.

“Saya pikir dia (Trump) merupakan seorang yang sangat mencerahkan. Tak diragukan lagi, ia dikenal sebagai sosok yang berbakat,” ucap Putin. “Dia juga bilang ingin meningkatkan level hubungan yang lebih dalam dengan Rusia. Bagaimana bisa kami tidak menyambutnya? Tentu saja kami menyambut prospek itu,” tuntas Putin. (VoA/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru