Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Korut-Korsel Saling Tembak Artileri di Perbatasan

- Selasa, 01 April 2014 13:07 WIB
2.429 view
 Korut-Korsel Saling Tembak Artileri di Perbatasan
SIB/AP Foto
Kendaraan tempur amfibi LVT-7 Korea Selatan melaju kencang mengarungi air laut di antara kepulan asap kamuflase saat mengikuti latihan perang bersandi Ssangyong, di Pohang, Korsel. Di tengah latihan gabungan Korsel-AS tersebut, militer Korut dan Korsel, S
SEOUL (SIB)- Korea Utara dan Selatan, Senin (31/3) terlibat saling tembak artileri di wilayah perbatasan laut yang disengketakan, sehari setelah Korut mengancam akan melakukan uji coba nuklir baru. Saling tukar tembakan artileri itu dipicu peluru tajam yang digunakan militer Korea Utara dalam latihan jatuh di perairan Korea Selatan. Demikian pernyataan militer Korea Selatan.

"Sejumlah tembakan yang dilepaskan oleh Korea Utara jatuh di wilayah kami dan kami merespon dengan tembakan," kata juru bicara militer Korsel seperti dilansir dari AFP.

Militer Korut (Korea Utara) dilaporkan melepaskan sekira 500 tembakan ke arah teritori Korea Selatan (Korsel).  Korsel pun tidak tinggal diam, mereka membalas tembakan Korut sebanyak 300 tembakan. "Tindakan Korut dilakukan untuk menguji kesiapan Angkatan Laut kami dalam menjaga perbatasan," ujar Juru Bicara AL Korsel Kim Min Seok, seperti dikutip dari New Strait Times, Senin (31/3).

Sejumlah pengamat menilai insiden penembakan itu merupakan pertanda rasa frustrasi Korea Utara terhadap AS yang bersikukuh untuk belum melanjutkan pembicaraan terkait program nuklir negara itu.

Sebab, Pyongyang melihat pembicaran soal nuklir itu adalah sebuah kesempatan untuk memenangkan sebuah konsesi konkrit dan bantuan dari komunitas internasional. "Saya tak melihat insiden ini akan memicu sebuah bentrokan serius," kata Yang Moo-jin, seorang profesor dari Universitas Studi tentang Korea Utara di Seoul.

Latihan militer Korea Utara berlangsung pada pukul 12.15 waktu setempat, dan Korea Selatan yang merasa terancam langsung membalas tembakan. "Sejumlah peluru Korea Utara mendarat di sebelah selatan perbatasan selama latihan. Jadi militer kami menembak balik ke arah utara perbatasan sesuai protokol yang berlaku," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Sebagai langkah antisipasi penduduk yang tinggal di pulau-pulau perbatasan diminta berlindung saat jet-jet tempur Korea Selatan melintas di atas pulau-pulau tersebut. Pulau tersebut telah menjadi sengketa antara kedua Korea. Pada akhir 2010, empat warga Korea Selatan tewas di sebuah pulau perbatasan akibat tembakan artileri Korea Utara. Insiden penembakan itu sempat memicu kekhawatiran perang akan pecah kembali di Semenanjung Korea. Sebelumnya, sebuah kapal perang Korea Selatan tenggelam di dekat perbatasan yang disengketakan dengan 46 tewas. (AFP/kps/h)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru