Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 26 September 2026

Dua Ruang Kelas SD Sanggaran I Sijamapolang Hancur Ditimpa Pohon Beringin

- Jumat, 26 Februari 2016 19:06 WIB
693 view
 Dua Ruang Kelas SD Sanggaran I Sijamapolang Hancur Ditimpa Pohon Beringin
Hancur: Dua ruangan kelas SDN 173451, Desa Sanggaran I, Sijamapolang yang hancur berantakan ditimpa pohon beringin jadi tontonan siswa.
Humbahas (SIB)- Dua ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 173451 Desa Sanggaran I, Kecamatan Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) hancur berantakan akibat ditimpa pohon Beringin berusia ratusan tahun, Selasa (23/2) sekitar pukul 10:30 WIB. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka pada peristiwa tersebut, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Sekolah SDN 173451, Hardi Silaban saat dikonfirmasi via selulernya, Rabu (24/2) mengatakan, untuk sementara pihaknya tidak bisa menggunakan ruangan kelas menunggu perbaikan dari pemerintah melalui instansi terkait. Di mana kondisi kedua ruangan mengalami kerusakan berat.

"Sebelum kejadian, sudah ada tanda-tanda suara dari batang pohon. Sehingga para siswa yang tengah belajar, sempat dibubarkan dari ruangan. Jadi, atas kejadian ini didampingi camat serta dinas pendidikan, kita sudah buat laporannya kepada bupati melalui Sekdakab. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera ditangani demi kelancaran proses belajar mengajar,” ucap Hardi.

Ia juga menambahkan untuk kelangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM), pihaknya membuat sekat pada ruangan yang layak pakai. “Berhubung murid kita hanya sedikit, proses belajar mengajar akibat peristiwa itu tidak terganggu. Kita cukup membuat sekat dan proses KBM kembali normal,” tukasnya menambahkan.

Pohon beringin setinggi 4 meter, kata Hardi, terlihat lapuk dan berada persis di hadapan gedung sekolah itu. Sebelum menimpa ruangan kelas, pihaknya bersama warga setempat sudah berencana menebang pohon. Namun akibat takut menimpa sekolah rencana tersebut diurungkan. “Kita bersama warga sudah pernah berencana menebang pohon itu. Tapi karena terlalu dekat dan takut menimpa sekolah jadi kita tunda,” katanya.

Sementara, Camat Sijamapolang, Luhut Parhusip ketika dihubungi mengatakan, jarak tempuh sekolah dari pusat kecamatan sekitar 15 Km. “Laporan hancurnya ruang kelas itu baru tadi pagi, Rabu (24/2), kita sampaikan ke bupati melalui Sekdakab. Kita berharap ini segera diperbaiki,” pungkasnya. (F03/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru