Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Kemenag Tebingtinggi dan Dandim 0204/DS Teken MoU Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

- Selasa, 08 Maret 2016 17:09 WIB
579 view
Kemenag Tebingtinggi dan Dandim 0204/DS Teken MoU Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
SIB/Humala Siagian
WAWASAN KEBANGSAAN: Dandim 0204/DS Letkol Inf Handryan Indrawira dan Kakan Kemenag Tebingtinggi Drs HM Hasbie MA menandatangani MoU Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara disaksikan Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan, Kajari H Fajar
Tebingtinggi (SIB)- Kakan Kementerian Agama Tebingtinggi Drs HM Hasbie MA dan Dandim 0204/DS Letkol Inf Handryan Indrawira menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Peningkatan wawasan kebangsaan dan bela negara di Tebingtinggi, Senin (7/3) di Aula RM Bayu Lagoon Jalan Jend Gatot Subroto, Kecamatan Padang Hulu Tebingtinggi.

Penandatanganan MoU yang dirangkai dengan Sarasehan Kerukunan Antar Umat Beragama TNI, Polri, Kejari dan Pemko Tebingtinggi dalam pencegahan konflik SARA di Tebingtinggi disaksikan Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan, Kajari Tebingtinggi H Fajar Rudi Manurung SH MH dan Kapolres Tebingtinggi diwakili Kasat Binmas Polres AKP Syahril Daulay.

Kakan Kemenag Tebingtinggi, mengatakan dari  tahun 2015, Kementerian Agama dan Kepala Staf TNI telah membentuk tim untuk penghayatan terhadap UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada generasi muda khususnya para pelajar. 

Sedangkan Fajar Rudi Manurung selaku ketua Bakorpakem Tebingtinggi mengatakan kejaksaan mempunyai wewenang dalam mengawasi aliran kepercayaan yang sesat dan diduga melakukan penyimpangan di tengah-tengah masyarakat. Fajar juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menindak lanjuti informasi sekecil apapun yang berkaitan dengan penyimpangan terhadap ajaran agama “Sejauh ini Bakor Pakam Tebingtinggi telah melakukan pengawasan terhadap keberadaan Persekutuan Tubuh Kristus dan Api Roh Kudus, begitu juga Gafatar dan Wahidiyah,” ujar Fajar.

Sedangkan Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan menjelaskan Indonesia bukan negara agama atau negara sekuler yang tidak peduli pada agama. Umar juga mengatakan  kesatuan bangsa ini harus tetap dijaga di tengah-tengah perbedaan keyakinan para pemeluk agama yang diakui. 

Sementara itu, Dandim 0204 DS Letkol Inf Handryan Indarawira menyampaikan kerukunan bangsa ini sudah terjalin dengan baik  sejak zaman sebelum kemerdekaan, tapi kerukunan tersebut masih rentan apabila ada pihak-pihak yang mencoba memecah belah kita. “Untuk memecah belah bangsa ini hal yang paling rentan adalah dari segi keyakinan beragama yang dianut rakyat Indonesia seperti pada zaman penjajahan dulu, tinggal bagaimana cara kita mempertahankan (kerukunan) serta mengantisipasi hal-hal yang menjurus ke arah itu,” ujar Dandim 0204 Deli Serdang. (C20/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru