Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Awal Tahun, Harga Komoditas Pangan “Merangkak” Naik di Tebingtinggi

- Jumat, 10 Januari 2014 14:53 WIB
345 view
Awal Tahun, Harga Komoditas Pangan “Merangkak” Naik di Tebingtinggi
SIB/Humala Siagian
BERSIHKAN: Nyonya Situmorang Br Harianja saat dijumpai SIB di tempat dagangannya terlihat sedang membersihkan bawang, Kamis (9/1).
Tebingtinggi (SIB)- Memasuki tahun 2014, harga beberapa komoditas pangan di Kota Tebingtinggi mulai merangkak naik. Beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga antara lain cabe merah, bawang  dan sayur-sayuran.

Nyonya Situmorang Br Harianja, salah sorang pedagang yang berjualan di Pasar Gambir Tebingtinggi saat ditemui SIB, Kamis (9/1) di tempat dagangannya membenarkan, mulai dari hari kedua Tahun 2014 beberapa komoditas pangan mulai merangkak naik. Adapun penyebabnya menurut boru Harianja, karena stok di petani kurang.

“Harga ini naik bisa saja, karena masih suasana liburan tahun baruan, petani masih belum ke gunung atau saja karena cuaca dan erupsi gunung sinabung,”  jelasnya.

Cabe merah naik dari harga Rp 40 ribu/kg menjadi Rp 52 ribu/kg, sayur kol dari Rp 2.500/kg naik menjadi Rp 5 ribu/kg, daun sob dari Rp 10 ribu/kg naik menjadi 20 ribu/kg dan tomat Rp 10 ribu/kg naik menjadi Rp 14 ribu/kg, cabe rawit dari Rp 38 ribu menjadi Rp 40 ribu/kg, selada dari Rp 10 ribu/kg menjadi 15 ribu/kg kentang dari Rp 7 ribu/kg naik menjadi 10 ribu/kg, cabe hijau dari Rp 18 ribu/kg naik menjadi Rp 20 ribu/kg dan bawang merah lokal dari Rp 25 ribu/kg naik menjadi Rp 30 ribu/kg.

Harga ini menurut Br Harianja, jika tidak ada tindakan dari pemerintah akan diprediksi bertahan bahkan cenderung mengalami kenaikan hingga memasuki Imlek nanti. “Kenaikan harga saat ini, jika kita lihat  terjadi pada semua, biasanya kalau cabe merah langka yang naik cabe merah aja, begitu juga dengan bawang, kali ini semuanya rata-rata naik, jadi kalau tidak ada kebijakan pemerintah untuk menekan harga-harga ini, maka saya prediksi harga ini bertahan bahkan cenderung naik hingga memasuki  imlek,” ujar Br Harianja.

Uwak Etek, seorang pejual makanan di Jalan Pusara Pejuang, mengaku terkaget-kaget saat mengetahui harga–harga naik.  "Belum lagi kami terlepas dari mahalnya gas elpiji, kini beban semakin berat karena harga sayuran merangkak naik," kata  Uwak Etek. (C20/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru