Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 12 Oktober 2026
Dari Synode Periode XXXIX dan Jubileum 75 GP di P Siantar

Dirjen Binmas Kristen : Kemiskinan, Pengangguran dan Tak Terjaganya Ekosistem Masih Pergumulan Bangsa

* Alam Semesta Ciptaan Tuhan Harus Kita Jaga dan Pelihara
- Jumat, 01 Juli 2016 17:50 WIB
571 view
Dirjen Binmas Kristen : Kemiskinan, Pengangguran dan Tak Terjaganya Ekosistem Masih Pergumulan Bangsa
SIB/dok
Dirjen Binmas Kristen Kemenag RI Oditha Hutabarat MTh (tengah) didampingi anggota DPD RI Parlindungan Purba SH, panitia dan Dewan Pertimbangan Gereja Pentakosta (GP) dan lainnya, menghadiri Synode periode XXXIX GP, Jumat (24/6) lalu di GP Jl Lingga No 24
Medan (SIB)- Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama (Kemenag) RI Oditha Hutabarat MTh   menghadiri sekaligus membuka  acara Synode periode XXXIX  Gereja Pentakosta (GP), yang dirangkaikan dengan  Jubileum 75 Tahun GP di  Gereja Pentakosta  Jalan Lingga  No 24 A Pematangsiantar, Jumat (24/6) pekan lalu. Dalam acara yang dihadiri anggota DPD RI Parlindungan Purba SH, Staf Ahli Pemprovsu  R Simatupang mewakili Gubsu Ir HT Erry Nuradi MSc, anggota DPRDSU  Feliks mewakili pimpinan DPRDSU, dengan peserta Synode ratusan orang, kedatangan Dirjen  disambut  Ketua Umum Persatuan  Wanita Gereja Pentakosta (PWGP) Indonesia  Pdm EM Br Aritonang STh, Dewan Pertimbangan GP Pbs RD Siburian SE dan Ketua Panitia Janter Sirait SE (juga anggota DPRDSU).

Dalam sambutannya, Dirjen  mengatakan, beberapa hal  yang menjadi pergumulan  bangsa saat  ini  termasuk  belum  keluarnya  dari kemiskinan dan banyaknya  pengangguran. Selain itu juga belum  keluar dari pemahaman  bahwa   alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan  yang harus dijaga  dan dipelihara umat Indonesia. Di mana-mana  terjadi   kerusakan  dan  tidak menjaga  ekosistim  secara   baik. Itu semua tanggungjawab  bersama  di tengah-tengah  masyarakat dan bangsa ini yang terus membangun, katanya.

Salib  sebagai lambang  gereja  dimana Kristus sudah mati dan  bangkit kembali, menurut dia, tentulah menjadi  lambang   kehidupan  gereja  di tengah-tengah   masalah dan tantangan  era globalisasi. Hubungan  vertikal kita  kepada Tuhan  Yesus  tentulah  harus seimbang  dengan  hubungan horizontal   sesama  kita, apakah   sesama Kristen atau  berbagai agama  budaya dan suku, kata Dirjen.

Dirjen berharap, perjuangan  GP  yang sudah  didirikan  almarhum Bp Ev Lukas Siburian kiranya terus dipertahankan. Ke depan  GP juga diharapkan  akan terus   bersatu dengan pelayanan  gereja-gereja Pentakosta yang ada  di Indonesia. "Peristiwa  Synode dan Jubileum ini sangat  penting. Karena kita diminta  mengevaluasi  seluruh  pelayanan-pelayanan  dan membicarakan program- program serta pemilihan pengurus," kata Dirjen.

Turut memberi sambutan Anggota DPD RI Parlindungan  Purba SH  yang intinya mengajak jemaat GP  agar terdepan  menjaga persatuan dan kesatuan. "Ini bulan Ramadan, mari menjaga persatuan dan kesatuan. GP di Jalan Lingga  P Siantar ini diharapkan yang terdepan menjaga persatuan dan kesatuan  bangsa," katanya. Sementara itu sambutan tertulis Gubsu HT Ir Erry Nuradi MSc  dibacakan  Staf Ahli  Pemprovsu  R Simatupang.

Ketua Panitia Synode XXXIX Janter Sirait SE  melaporkan, peserta Synode sekitar 500 orang terdiri dari  Pendeta Daerah, Pendeta Distrik dan gembala  sidang. Dilaporkan juga, sebelumnya telah diadakan kegiatan seminar mengenang 110 tahun Ev Lukas Siburian di Hotel Pardede Int Medan.

Disebutkan, Dirjen Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag RI  melalui surat  17 Juni 2016 perihal  permohonan rekomendasi kegiatan, menyetujui untuk kegiatan rapat Synode periode XXXIX Tahun 2006 tingkat nasional   dan Jubileum  75 tahun  GP, sesuai permohonan  GP tgl 7 Mei 2016. Gereja Pentakosta telah terdaftar pada Ditjen  Bimas Kristen Kemenag RI Jakarta  No: 165/1989 tgl  27 Juli 1989.Terkait kegiatan ini juga ada surat dari Badan Intelijen Keamanan  Mabes Polri tgl 21 Juni 2016 ditandatangani  Kombes Drs  Aris Nurhandayani.

Dalam Synode  terpilih  sebagai Ketua Pucuk Pimpinan GP yaitu Pdt  Ev J Sihombing dan Sekjen Pdt J  Simanjuntak STh. (Rel/BR1/f)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru