Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 26 September 2026

Sepekan Terakhir Hujan dan Angin Kencang Melanda Tapteng - Sibolga

- Selasa, 18 Oktober 2016 15:20 WIB
244 view
Sepekan Terakhir Hujan dan Angin Kencang Melanda Tapteng - Sibolga
SIB/Dok
NAIKAN JARING : Nelayan Bagan Pancang di perairan laut Tapteng menaikkan jaring tangkap ikannya, Senin (17/10).
Tapteng (SIB) -Seharian penuh, cuaca buruk, hujan dan angin kencang melanda bumi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Minggu (16/10). Sudah sepekan terakhir cuaca tidak menentu di daerah sejuta pesona itu, kadang panas, tiba-tiba sudah mendung, lalu hujan dan badai.

Banyak aktivitas warga jadi terganggu, pertanian, perkebunan, nelayan, apalagi pekerjaan proyek. Salah seorang kontraktor, Zakaria Pintubatu (57) kepada SIB di Pandan, Senin (17/10), mengeluhkan kondisi cuaca yang berhujan, sehingga pekerjanya harus berhenti.

"Kalau hujan di pagi hari, maka pekerja masuk siang. Kalau hujan siang hari maka pekerja kita bayar setengah hari. Karena kalau kita bayar penuh, bisa rugi kita. Sementara kalau kita suruh kerja pada saat hujan tidak mungkin," katanya.

Para nelayan juga demikian, akibat cuaca buruk mereka terpaksa berhenti melaut, karena kuatir terpaan badai di tengah laut. Kalau dipaksakan, hasil tangkapan juga minim, tidak setara dengan modal yang dikeluarkan. Hal itu disampaikan Syahdan Hutagalung (45), nelayan tradisional yang tinggal di Kelurahan Hajoran, Pandan.

Sementara, petani karet tidak bisa manderes (menyadap) kalau pohon karet basah. Petani karet di Kecamatan Sorkam, Gilbert Situmeang (45), yang dihubungi SIB mengatakan, musim penghujan sepekan terakhir membuatnya tidak bisa manderes (menyadap) karet. Kalau dipaksakan, pohon karetnya bisa rusak bahkan mati.

Cuaca buruk yang menerpa bumi Tapteng mengakibatkan aktivitas perekonomian masyarakat stagnan. Kondisi itu juga berafiliasi pada persediaan sembako di pasaran, khususnya ikan laut. "Nelayan banyak yang tidak melaut, sehingga persediaan ikan sedikit, begitu juga dengan ikan yang diasinkan. Kadang toke (pembeli) sudah  memesan ikan atau memberikan uang muka meski ikannya belum ada," kata Syahdan, yang juga pengasin ikan laut di Hajoran.

Kepala Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika Pinangsori, Marolop Rumahorbo kepada SIB, Minggu (16/10),  mengatakan pengaruh badai guntur Sartika masih kuat dan mengarah ke Barat, sehingga membentuk konvergen di wilayah Sumatera Utara, sehingga memicu pertumbuhan awan di angkasa bumi.

"Kondisi cuaca demikian bisa berpotensi hingga 2 hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi pada pagi hari, sore dan malam. Namun tidak tertutup hujan sedang dan lebat disertai petir," tuturnya. (E05/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru