Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Bupati Samosir Minta Pedagang Kosongkan Pasar SRO

- Rabu, 08 Februari 2017 17:42 WIB
164 view
Samosir (SIB) -Terkait pemindahan pedagang eks Pasar Tajur Pangururan ke Pasar Onan Baru atau Pasar Inpres di Desa Pardomuan I Pangururan, sejumlah pedagang tidak mau melakukannya, bahkan membangun lapak dagangan baru yang tidak jauh dari lokasi Pasar Tajur dan disebut Pasar Siraja Oloan (SRO).

Sesuai Perda RT/RW Kabupaten Samosir lokasi itu untuk pemukiman. Jika dibiarkan tetap beroperasi siapa yang akan bertanggungjawab atas kekumuhan disebabkan limbah dari pedagang," kata Bupati Samosir Rapidin Simbolon saat berbincang dengan Panitia Hari Pers Nasional ke-71 tingkat Kabupaten Samosir, Selasa (7/2) di rumah dinas bupati.

"Saya dan Pak Juang Sinaga (Wabup) dipilih oleh masyarakat, tentu apa pun kebijakan Pemerintah Kabupaten Samosir bukan untuk merugikan masyarakat melainkan untuk menata daerah ini supaya lebih nyaman, sejuk dan bersih, sehingga pengunjung akan puas bila berwisata ke daerah ini," katanya.

Dia pun berharap supaya pedagang di Pasar SRO mengosongkan lokasi tersebut. Bila alasan pedagang merugi karena harus membayar ongkos becak motor, Pemkab Samosir berjanji  menyediakan angkutan gratis bagi pedagang. "Ini komitmen kami dan tidak neko-neko," tegasnya.

Dia juga mengingatkan jangan ada pihak yang mengambil keuntungan dengan keberadaan Pasar SRO tersebut. Menurutnya, para pedagang akan lebih nyaman berjualan di Pasar Percontohan Onan Baru.

Rapidin menegaskan, pihaknya akan tetap menyampaikan surat peringatan kepada pedagang bila tidak mengindahkannya. Jika sampai surat peringatan ketiga tetap tidak diindahkan, Pemkab Samosir akan menggusur para pedagang yang berjualan di Pasar SRO tersebut. Sebab di Pasar Percontohan Onan Baru, pihaknya telah menyediakan lapak.

Dikatakan, bila Pasar SRO tetap beroperasi dikhawatirkan pedagang baru akan muncul dan berjualan hingga di depan HKBP Bolon Pangururan. Akibatnya Kota Pangururan sebagai ibukota Kabupaten Samosir akan kumuh dan tidak bersih. "Apa hal seperti ini yang dikehendaki masyarakat. "Sekali lagi ditegaskan, saya tidak neko-neko dengan persoalan ini. Dan saya tidak takut jika kebijakan ini membuat saya tidak  populer," tegasnya.

Rapidin mengatakan, bila pedagang pindah ke Pasar Percontohan Onan Baru, pasar tersebut akan menjadi pekan besar,  setiap harinya sehingga hasil pertanian petani yang dijual ke  pedagang akan laku, masyarakat pun sejahtera. Tapi bila pedagang Pasar SRO tetap bertahan dan tidak mau pindah, mereka tidak boleh berjualan di Pasar Percontohan Onan Baru. (F06/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru