Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Petani Pepaya Tiga Binanga Keluhkan Hama Jamur

- Rabu, 08 Februari 2017 18:35 WIB
164 view
Tanah Karo (SIB) -Sejumlah petani di Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Karo mengeluhkan merebaknya hama jamur yang menyerang ribuan tanaman pepaya.Akibatnya, petani mengalami kerugian cukup besar lantaran produktivitas tanaman berkurang. Di wilayah itu terdapat puluhan hektar tanah ditanami pepaya, namun dalam setahun terakhir ini, ribuan tanaman rusak akibat terserang hama jamur.

Hal tersebut disampaikan sejumlah petani  Tiga Binanga, Sabarkita Sembiring (52), Julmarista Sebayang (44) dan Alim Ginting (50) petani Desa Pergendangen, kepada SIB, Selasa (7/2) di Tiga Binanga.

Menurut Sembiring tahun lalu ia menanam pepaya sekitar 500 pohon  kini merugi akibat serangan jamur. Mirisnya, tanaman ini  tidak memandang umur pada tanaman. Pohon pepaya yang baru ditanam juga diserang. Berbagai upaya telah dilakukan, seperti penyemprotan obat dengan berbagai merek. Namun, upaya tersebut belum berhasil, ujar Sembiting.

"Awalnya di daun, kemudian di buah dan lama-lama pohonya mati," ungkapnya.

Ditambahkan Sebayang, menanam pepaya sejatinya  sangat menjanjikan. Sebab, kebutuhan buah pepaya sangat besar. Namun di balik menguntungkan saat ini sangat sulit untuk menanam dan merawatnya, karena terdapat serangan hama yang sulit dibasmi. Hama yang sering menyerang tanaman pepaya berupa jamur, uret dan gangsir. Hama jamur menyerang pada tangkai pohon pepaya.

"Tanaman yang terserang jamur ditandai terdapat serbuk putih yang menempel pada tangkai. Pepaya yang terserang hama tersebut daunnya akan menguning dan rusak. Buahnya pun tidak bisa tumbuh normal dan tidak laku jual," keluhnya.

Saat ini, petani sangat mengeluh dengan kondisi tersebut, oleh karena itu meminta perhatian pemerintah melalui Dinas Pertanian Karo supaya ada solusi yang terbaik buat petani, ujarnya.

PEPAYA LANGKA
Sementara itu masyarakat Tiga Binanga yang hendak membeli pepaya untuk kebutuhan rumah tangga mengeluhkan dengan kondisi kelangkaan buah pepaya di sejumlah warung di Tiga Binanga.

Hal itu dikeluhkan seorang ibu rumah tangga, Nd Bavho Br kembaren  menyebutkan, sejumlah warung yang biasa menjual pepaya, namun saat ini sangat sulit untuk ditemukan, ujarnya.

Sejumlah warung yang ditemui SIB di Tiga Binanga di antaranya warung Corah Br Sinulingga (50) Girik Br Bangun (58) dan Teger Bangun  menyampaikan hal serupa. Dia mengatakan bahwa saat ini pepaya california sangat langka, dalam berapa bulan terakhir ini. Namun harga beli buah pepaya di tingkat petani masih normal, di kisaran Rp 3.000/Kg, terangnya (MS/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru