Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

80 Hektare Padi Terserang Busuk Leher di Paya Lahlah Karo

* Kemurnian Benih Bantuan Diragukan
- Rabu, 08 Februari 2017 18:48 WIB
351 view
80 Hektare Padi Terserang Busuk Leher di Paya Lahlah Karo
SIB/Theopilus Sinulaki
PADI LIAR: Terlihat jelas dari bentuk pertumbuhan tanaman padi yang tidak serentak atau tinggi tanaman tidak rata di areal persawahan Paya Lahlah Desa Lau Solu Kecamatan Mardingding Karo.
Tanah Karo (SIB) -Seluas 80 hektare tanaman padi di Paya Lahlah Desa Lau Solu Kecamatan Mardingding Karo terserang busuk leher akibat jamur penyebab penyakit blast membuat pangkal mulai membusuk dan produktivitas tanaman tidak optimal.

Hal itu disampaikan Petugas Pengamat Hama Pertanian (PPHP), Marbin Saragih ketika dikonfirmasi SIB, Senin (6/2) di Lau Sulo. Menurutnya, serangan busuk leher tergolong ringan, walaupun di beberapa tempat ada serangan tingkat sedang. Awalnya penyakit busuk leher disebabkan jamur, kemudian timbul penyakit blast. Infeksi pada malai yang baru keluar mengakibatkan bulir hampa. Sedangkan infeksi susulan menjadikan gabah tidak terisi penuh dan akhirnya kering.

Menurut Marbin, penyebab jamur pada tanaman padi akibat curah hujan tinggi hingga kelembaban cukup rentan dengan adanya penyebab jamur. Apalagi untuk kawasan Paya Lahlah sempat terendam air banjir sampai beberapa periode. Besar kemungkinan banjir juga bisa menyebabkan adanya kerusakan termasuk serangan penyakit pada tanaman.

Ketika ditanya soal dampak serangan penyakit tersebut, secara langsung adalah produktivitas tanaman tidak bisa optimal dan ditentukan oleh perbedaan tingkat serangan, dapat menurunkan hasil. Akibat lain dari serangan penyakit ini adalah bulir tidak terisi penuh dan persentase beras pecah lebih banyak.

KEMURNIAN BENIH DIRAGUKAN
Sementara Ketua Gapoktan Liang Melas, Desa Lau Solu, Ramlan Sembiring (46) sangat menyayangkan adanya dugaan kemurnian benih yang diragukan tidak terseleksi. Karena benih berlabel bantuan pemerintah yang diterima petani tahun lalu, banyak tanaman liar dan bentuk tanaman tidak serentak.

Ramlan berharap untuk bantuan berikutnya agar dilakukan pemilihan atau seleksi pengadaan benih sesuai hasil verifikasi balai pusat sertifikasi benih. Karena penyaluran benih padi oleh salah satu merek dagang perbenihan yang ditanam petani ternyata banyak ditemukan tanaman padi palsu.

Berapa luas tanaman padi dari benih bantuan yang tidak murni di lapangan. Kata Ramlan, sampai sejauh ini belum diketahui berapa banyak luasnya. Namun dibeberapa areal sudah terlihat jelas dari bentuk pertumbuhan tanaman yang tidak serentak (tinggi tanaman tidak rata). Berarti dengan kondisi seperti itu, sudah jelas bahwa kemurnian benih tidak sesuai dengan angka pada label, ujarnya. (B02/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru