Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Petani Desa Serdang di Karo Mengeluh, 120 Hektare Padi Gagal Panen

- Rabu, 08 Februari 2017 18:49 WIB
322 view
Petani Desa Serdang di Karo Mengeluh, 120 Hektare Padi Gagal Panen
SIB/Sonry Purba
GAGAL PANEN PADI : Camat Barusjahe didampingi Sekcam dan Koramil, Ka UPT dan petani saat meninjau lokasi gagal panen padi.
Tanah Karo (SIB) -Petani padi di Desa Serdang, Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo mengeluh. Pasalnya tahun ini pertanaman padi sawah di desa tersebut seluas 120 Ha mengalami gagal panen hingga produksi turun  80%.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Serdang Kecamatan Barusjahe Karo,  Dastanta Barus dan Ketua Gapoktan Desa Serdang  Laksamana Tarigan  kepada Camat Barusjahe Drs Kalsium Sitepu, Selasa(7/2) siang. Akibat dari kejadian tersebut sebagian besar petani mengalami kerugian yang cukup besar dan perlu mendapat bantuan guna penanaman berikutnya.

Camat Barusjahe, Kalsium Sitepu didampingi Sekcam Daut Sembiring  begitu mendapat laporan dari warganya langsung mengajak serta Kepala UPTD Dinas Pertanian Erik Sitepu SP, dan Danramil Barusjahe ke lapangan dan  ditemukan bahwa kondisi pertanaman di areal persawahan di Desa Serdang mengalami kerusakan.

Ia  menyampaikan rasa prihatinnya kepada petani yang memanen hasil padinya, seraya memotivasi untuk tidak putus asa guna menanam padi. Dan  mendesak instansi terkait melalui Ka.UPT pertanian untuk mencari solusi pemecahan masalah ini, agar petani bisa dibantu guna penanaman padi berikutnya, untuk ditindaklanjuti oleh Kepala UPT dengan membuat laporan ke Dinas Pertanian Karo di Kabajahe.

Kepala UPTD Dinas Pertanian Erik Sitepu SP menjelaskan bahwa varietas yang ditanam adalah Inpari 28,  merupakan turunan dari kelompok penangkar di Desa Serdang. Dan hasil pantauan langsung didapati bahwa bulir-bulir padi kosong dan tidak terisi penuh. Pada batang tidak didapati ada gejala serangan OPT, seperti busuk pelepah.

"Setelah melakukan perbandingan pada areal yang terlindungi dari paparan abu Sinabung dan terpaan angin kencang tersebut, kerusakan tanaman hanya sedikit terganggu dengan pengurangan produksi 30%. Dan untuk kesimpulan sementara kami bahwa pertanaman padi tersebut mengalami kegagalan penyerbukan," jelas Erik

Ketua Gapoktan Desa Serdang, Laksamana menjelaskan bahwa pertanaman di Desa Serdang ditanam pada akhir bulan September 2016 (Musim Tanam April-September). Pertumbuhan tanaman sangat bagus dan jumlah anakan mencapai 30 batang, namun pada saat keluar mulai padi sekitar bulan Desember 2016 pertanaman padi tersebut diterpa angin kencang selama 8 hari.

"Setelah itu juga terkena paparan debu erupsi Sinabung yang tebal. Kerusakan pada pertanaman padi tersebut terlihat pada bulan Januari. Kerusakan pertanaman terlihat pada bulir padi yang berwarna kecoklatan, sedangkan pada bulir yang berwarna kuning tidak berisi," katanya. (B01/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru