Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Gagal Temui Kadis PU Madina, Parmusi Ancam Bawa Massa Lebih Banyak

- Kamis, 09 Februari 2017 18:26 WIB
288 view
Gagal Temui Kadis PU Madina, Parmusi Ancam Bawa Massa Lebih Banyak
SIB/Latif Lubis
UNJUK RASA: Massa Parmusi berunjukrasa di depan Kantor Dinas PU Madina, Rabu (8/2), menyoroti dugaan KKN yang dilakukan Kadis PU Madina.
Panyabungan (SIB) -Sekelompok massa mengatasnamakan Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) berunjukrasa di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mandailing Natal (Madina), Rabu (8/2) menyoroti dugaan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di instansi itu.

Dalam aksinya selain membawa poster, mereka juga membagikan selebaran berisikan dugaan KKN yang dilakukan Kepala Dinas PU yang merupakan pengguna anggaran paling tinggi dari seluruh SKPD, termasuk biaya rutin sehingga menyedot hampir 40% dari anggaran yang ada.

"Sehingga kami menduga ada permainan. Karena seharusnya dengan anggaran yang besar sudah bisa membangun untuk kesejahteraan masyarakat, tetapi malah sebaliknya masyarakat tetap mengeluh," ujar Muhamad Padli koordinator aksi dalam orasinya.

Pengunjukrasa pun membeberkan sejumlah temuan mereka di lapangan diantaranya temuan BPK tahun 2015 sebesar Rp346 juta, peningkatan Jalan Lingkar Barat Kota Panyabungan Rp1,9 miliar, pengadaan alat berat backhoe loder Rp 3,2 miliar lebih harga seharusnya Rp 1,2 miliar sehingga kerugian negara diperkirakan Rp 800 juta.

Mereka juga menyoroti peningkatan jalan Panyabungan - Pagur tahun 2016 Rp4,7 miliar serta pemeliharaan Jalan Lingkar Timur Kota Panyabungan Rp2,5 miliar diduga dikerjakan Dinas PU Madina, peningkatan Jalan Siobon - Aek Mata Rp 3,5 miliar yang semuanya dikerjakan asal jadi. Selain itu, massa juga menyoroti pembayaran lanjutan jalan Natal - Batahan Rp1 miliar lebih yang diduga tidak sesuai Juklak dan Juknis tentang swakelola.

"Karena itu kami meminta Bupati untuk mencopot Kadis PU Madina karena diduga memperkaya diri dan melakukan KKN, begitu juga dengan pihak aparat hukum untuk mengusut tuntas dugaan kami ini," ujar Padli.

Setelah beberapa saat berorasi namun Kadis PU Sahruddin tidak bisa menemui massa, karena menurut staf, Kadis PU Madina sedang tugas di luar kota sambil menunjukkan SPT.

Tidak percaya dengan pernyataan staf tersebut, massa meminta untuk melihat langsung ke ruangan Kadis dengan pengawalan Satpol PP dan ternyata Kadis PU memang tidak berada di tempat.

Akhirnya pendemo membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan datang kembali dengan massa yang lebih banyak. (E09/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru