Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026
Manfaatkan Lahan Tepi Pantai

Nelayan Pesisir Pantai Desa Pulau Kampai Budidayakan Ikan Kerapu

- Kamis, 09 Februari 2017 19:06 WIB
305 view
Pangkalansusu (SIB) -Budidaya ikan kerapu cantik merupakan salah satu jenis usaha yang masih terbatas dan belum tersosialisasikan secara maksimal bagi masyarakat luas, khususnya bagi para nelayan untuk dikembangkan di berbagai daerah kawasan pesisir pantai di Sumatera Utara.

Tapi bagi  sebagian kecil warga nelayan di pesisir pantai Desa Pulau Kampai, Kecamatan Pangkalansusu, Kab Langkat, usaha kerambah apung budidaya jenis ikan kerapu cantik ini telah berlangsung relatif lama, dan hasil pendapatannya cukup menjanjikan.

Sejumlah kelompok tani nelayan Desa Pulau Kampai dalam  mengembangkan usaha kerambah apung budidaya ikan kerapu memanfaatkan lahan tepi pantai atau alur sungai. Hasilnya pun cukup menjanjikan dengan untung yang  cukup lumayan, ujar petani ikan kerapuh cantik, Iliyas (45) didampingi isterinya, Sumarni (45) saat ditemui SIB, Rabu (8/2) di lokasi kerambah.

Banyak alasan para petani beralih ke budidaya ikan kerapu, kata dia, di samping minim risiko terkena penyakit, budidaya ikan kerapu menguntungkan secara finansial, karena harga jualnya tergolong tinggi mencapai Rp 80 hingga Rp 90 ribu per kilo gram.

Pemasarannya juga mudah,  karena ikan kerapu sangat digemari masyarakat yang bukan saja di Indonesia, tapi juga di berbagai negara. Dagingnya yang gurih, banyak mengandung lemak yang sangat dibutuhkan tubuh.

"Pemasaran ikan jenis kerapu cantik ini tidak ada kendala. Selain warga setempat yang berminat membeli untuk dipasarkan, juga para pedagang dari luar negeri datang ke desa kami ini untuk membeli langsung dari petani," ujarnya.

Saat ini, ia memiliki puluhan kerambah apung berisi sekitar 40 ribu ekor bibit ikan kerapu cantik dengan berbagai ukuran, bahkan ada yang sudah layak dipanen dengan berat mencapai 6 ons s/d 2 Kg per ekor, ucapnya.

Dengan puluhan kerambah apung miliknya hasil panen ikan Kerapu bisa mencapai tiga ton per tahun dengan kualitas standar ikan ekspor. Belum lagi usaha kerambah puluhan kelompok nelayan lainnya. "Jika ditotal hasil produsi ikan kerapu dari Desa Pulau Kampai bisa mencapai 15 ton per tahun," terangnya.

Pengalaman serta  keberhasilan pria yang mengecap pendidikan hanya tau baca tulis ini membuat dirinya sering dipanggil para kelompok tani nelayan khususnya pembudidaya ikan kerapu dari berbagai daerah di Indonesia untuk tenaga penyuluhan.

Pria yang sebelumnya hanya sebagai nelayan tradisional itu pernah dipanggil sebagai tenaga penyuluhan oleh kelompok tani di Kota Lhokseumawe, Aceh, Lamongan, Lampung, Situbondo, Bali, bahkan dirinya diminta oleh seorang mantan pejabat Negara Brunai Darusalam untuk menjadi tenaga penyuluhan ikan kerapu.

Untuk menopang usaha budidaya ikan ini, ia dan isterinya berharap adanya perhatian pemerintah memberi tambahan modal bagi sejumlah kelompok nelayan di desanya agar jumlah produksi ikan bertambah serta hasil pendapatan mereka dapat ditingkatkan, kata Iliyas penuh harap. (B05/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru