Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Gorong-gorong Amblas, Pembukaan Jalan di Desa Lae Hole 1 Dairi Diduga Asal Jadi

* Inspektorat Dairi: Perbaikan Tanggungjawab Kades
- Kamis, 09 Februari 2017 19:29 WIB
321 view
Gorong-gorong Amblas, Pembukaan Jalan di Desa Lae Hole 1 Dairi Diduga Asal Jadi
SIB/Tulus Tarihoran
AMBLAS: Pembukaan jalan baru selesai dikerjakan, gorong-gorng amblas sepanjang 10 meter di Dusun III Desa Lae Hole 1 Kecamatan Parbuluan, diduga pemasangan tidak sesuai RAB. Foto dipetik, Rabu (8/2).
Sidikalang (SIB) -Pembukaan jalan yang baru selesai dikerjakan di Dusun III Desa Lae Hole 1 Kecamatan Parbuluan Dairi amblas. Proyek pembukaan jalan yang bersumber dari dana desa diduga asal jadi.

Pantauan di lapangan, Rabu (8/2), pembukaan jalan bersama dengan pemasangan gorong-gorong amblas, diduga akibat tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya, serta diakibatkan timbunan tanah yang berlebihan. Pemasangan material batu tidak sesuai dengan RAB. Badan jalan amblas kurang lebih sekitar 10 meter, sehingga tidak dapat dilewati pengguna jalan.

Kepala Desa Lae Hole 1 Jalima Siboro mengakui, pembukaan jalan itu pernah longsor dan sudah diperbaiki. Longsornya badan jalan disebabkan curah hujan tinggi. Sehingga timbunan tanah tergerus oleh air. Lanjutnya, pembukaan jalan itu sudah selesai dikerjakan, dan sudah dibuat pertanggung jawabannya.

"Kegiatan itu sudah diperiksa inspektorat Dairi, tidak ada masalah menurut mereka," ucapnya. Bahkan, Jalima menyebutkan biaya pembukaan jalan itu bersumber dari dana desa sebesar Rp 158.052.000 dengan volume pekerjaan 350 meter kali 6 meter ditambah dengan pembuatan gorong-gorong sekitar 17 meter.

Diatas pemasangan gorong-gorong itu, terdapat timbunan tanah sepanjang 15 meter dengan tinggi 9 meter. Supaya jalan tersebut dapat dilewati pengguna jalan. "Di titik itu ada rawa dengan aliran air, sehingga harus menggunakan gorong-gorong dengan timbunan tanah, supaya rata dengan badan jalan," ucapnya.

Lanjutnya, jumlah anggaran Desa Lae Hole 1 tahun 2016 sebesar Rp 761.020.000. Ada dua pembukaan jalan yakni 350 meter dan 470 meter dengan pagu Rp 59.169.000. Kemudian pemasangan jaringan perpipaan air minum panjang 1.494 meter dengan biaya sebesar Rp 185.097.000 dan 2.194 meter dengan pagu anggaran Rp 137.000.000.

Sementara itu, Komandan Pengendali Tehnis (Irban 1) Ispektorat Dairi Amper Nainggolan didampingi anggotanya Edi T Sihotang pengawas dana desa di Kecamatan Parbuluan mengatakan, amblasnya badan jalan yang baru selesai dikerjakan sudah diketahuinya. Tetapi pada saat pengawasan belum amblas.

"Kami turun ke lapangan pada Desember lalu. Terkait amblasnya jalan tersebut diinformasikan Kades pada pertengahan Januari," ucap Edi menegaskan.

Pada saat turun ke lapangan kata Edi, kegiatan pembukaan jalan itu bagus. Dengan kondisi saat itu, kegiatan pembukaan jalan seperti itu sudah bagus di kampung-kampung. Ketepatan pembukaan jalan itu merupakan sampel pemeriksaan di Desa Lae Hole 1 terkait penggunaan dana desa. Untuk memperbaiki jalan amblas itu, sudah tanggungjawab kepala desa. Memang tidak ada diatur di peraturan daerah (Perda) berapa lama masa pemeliharaan. (B07/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru