Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Juara Umum SMPN 1 Bilah Hilir Labuhanbatu Lumpuh Diduga Akibat Kepalanya Sering Dipukuli Temannya

- Kamis, 09 Februari 2017 20:04 WIB
452 view
Negeri Lama (SIB) -Prihatin! Pelajar juara umum kelas 8 SMPN 1 Bilah Hilir di Kelurahan Negeri Lama Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, menderita sakit karena drop keseimbangan diri dan terpaksa dirawat di rumah sakit. Akbar (14) sering di-'bully' (diejek-red) di sekolah. Bahkan kepalanya sering dipukuli temannya satu kelas di kelas 8/2. Bukan hanya itu, teman sekelasnya pernah memaksanya memakan tanah hingga kaus kaki disumpal ke mulutnya.

Demikian diungkapkan orangtua Akbar, Khairun Nasution, warga Desa Kampung Bilah Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, melalui selularnya kepada wartawan, Senin (6/2). 

Awalnya, lanjut mantan Kepala Desa Kampung Bilah, itu anaknya tidak mau lagi sekolah di SMPN 1 Bilah Hilir, tapi ingin bersama 2 abangnya yang sedang kuliah di Medan. Namun Akbar tidak memberikan alasan kenapa tidak betah di sana.

Pada November 2016, lanjutnya, keseimbangan tubuh Akbar mengalami drop seperti stroke hingga lumpuh. Kemudian dibawa ke RSUD Rantauprapat, lalu dokter syaraf yang menangani menyarankan untuk dibawa berobat ke Medan.

Dari keterangan Akbar serta teman-temannya satu kampung yang pernah membesuknya, lanjut Khairun, kepala anaknya sering dipukuli temannya. Tanah pernah dimasukkan ke mulutnya bahkan kaus kaki disumpalkan ke mulutnya oleh salahsatu genk di sekolah itu.

"Anak-anak di sana (SMPN 1 Bilah Hilir) ada genk-nya," ungkap Khairun.

Bila anak tidak memiliki genk, katanya, tidak berani pulang melewati pintu gerbang sekolah, namun lebih sering pulang dari pintu belakang sekolah melintasi kebun karet dan kelapa sawit.

Orangtua murid ini berharap agar  manajemen SMPN 1 Bilah Hilir segera memperbaiki sistim yang ada sekarang supaya tidak ada lagi korban di kemudian hari, sehingga tujuan dasar lembaga pendidikan milik pemerintah itu berjalan baik.

Kepala SMPN 1 Bilah Hilir, Rosida Ade Hanum Siregar SPd MPd ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/2), mengatakan langkah yang diambil atas peristiwa itu telah memanggil orangtua siswa yang disebut-sebut terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Kita sudah panggil orangtua mereka. Pembinaan anak bukan hanya tanggungjawab sekolah, tetapi orangtua juga harus lebih dilibatkan," sebutnya.

Selain itu, guru BP lebih diaktifkan guna memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi yang sedang bermasalah serta mengadakan sekuriti pada saat jam pelajaran berlangsung. "Bantuan sosial pun sudah disampaikan," ungkapnya.

Kasek yang baru diangkat pada Oktober 2016 itu mengakui korban tidak ikut lagi ujian pada Desember lalu karena sakit. Ia berharap Akbar segera pulih dan kembali sekolah. (D17/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru