Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Dana Jasa Rp 3,6 Miliar Disinyalir Dipungli, Pegawai RSS di Tarutung Mengeluh

- Jumat, 10 Februari 2017 19:25 WIB
419 view
Dana Jasa Rp 3,6 Miliar Disinyalir Dipungli, Pegawai RSS di Tarutung Mengeluh
SIB/ Ist
MENGELUH: Sejumlah kontributor media di Nisbar mengeluh karena vakumnya Kehumasan pasca pengesahan perangkat OPD. Kamis (9/2).
Tapanuli Utara (SIB) -Pungutan liar (Pungli) dalam dana jasa (gaji tambahan) di Rumah Sakit Umum Swadana (RSS) Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS 2016 sebesar Rp 3,6 miliar ditengarai dipungli

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kamis, (9/2), jasa dokter, perawat, petugas kebersihan, biaya operasional ambulans dan biaya ekstra puding donor darah di RSS Tarutung diduga terjadi pemotongan

Menurut keterangan  salah seorang tenaga medis di RSS Tarutung yang tidak mau disebutkan identitasnya, pemotongan jasa dokter, perawat dan tenaga kebersihan di tahun 2016 lalu terjadi pemotongan sebesar 3 persen perbulannya dan total biaya jasa itu perbulannya berkisar Rp 300 jutaan

"Untuk jasa medis kita dari BPJS tahun 2016 lalu mulai November - Februari 2017 ini belum ada dibayarkan ke kita. Yang dibayarkan ke kita hanya jasa umum pada bulan Oktober 2016 lalu,"ungkapnya

Sementara untuk biaya  operasional ambulans untuk pasien rujukan ke Medan dia mengungkapkan,  sebesar Rp 1, 540 juta. Tetapi yang terealisasi hanya Rp 900 ribu dengan rincian untuk sopir Rp 200 ribu, perawat Rp 200 ribu, BBM Rp 400 ribu dan tabung oksigen Rp 100 ribu. Yang dipungli berkisar Rp 640 ribu,"ungkapnya

Selanjutnya, dia juga mengaku, biasanya ekstra puding peserta donor darah Rp 140 juta diduga difiktifkan untuk 70 pendonor. "Padahal banyak pendonor sama sekali tidak pernah menerima biaya ekstra pudding,"tuturnya

Terkait hal tersebut, Direktur RSS dr Ganda Nainggolan ketika dikonfirmasi melalui selulernya dengan singkat membantah tudingan  tersebut. "Kami tidak pernah melakukan itu, saya siap menunjukkan daftar pengeluarannya,"ujarnya

Sementara Bendahara RSS Saroha Nababan ketika dihubungi melalui SMS terkesan tertutup. "Tugas saya adalah menyerahkan uang ke Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan teknisnya PPTK lah yang mengetahuinya,"ucapnya. Ditanya kira-kira berapa anggaran yang telah diserahkan kepada PPTK, ia  menyarankan agar menjumpai pimpinan atau Wakil RSS

Di bagian lain, ketika ditanya kembali kira-kira siapa yang menyerahkan atau mentransfer jasa kepada pegawai RSS khusus dokter, ia mengaku bahwa pihaknyalah yang menyerahkan melalui rekening masing-masing dokter, pentransferan hanya dilakukan sebulan sekali. (E02/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru