Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Dilarang Melintasi Kebun PT Socfin Tanah Gambus, Ratusan Lembu Macetkan Jalinsum

- Jumat, 10 Februari 2017 20:50 WIB
402 view
Limapuluh (SIB) -PT Socfin Tanah Gambus melarang ternak lembu milik warga masuk ke dalam areal perkebunan dengan menggali parit di perbatasan pemukiman warga mengakibatkan ratusan ekor lembu milik masyarakat terpaksa harus digiring melewati Jalan Lintas Sumatera di Desa Perkebunan Tanah Gambus Kecamatan Limapuluh sehingga berdampak pada akses transportasi terhambat.

Ketua kelompok peternak Desa setempat Suprayitno kepada wartawan, Rabu (8/2) mengatakan warga terpaksa menggiring ratusan ternak mereka di jalan lintas akibat adanya larangan PT Socfin hewan ternak memasuki areal kebun.

Sejak adanya larangan mengembala di lahan perkebunan, Prayitno mengeluhkan sebagian ternak mereka kurus dan warga terpaksa menjual ternak mereka karena kesulitan mendapatkan rumput segar.

Dia berharap pihak perkebunan yang bergerak di bidang kebun karet tersebut dapat kembali memberikan izin kepada warga untuk mengangon ternaknya di areal perkebunan mengingat sebagian besar warga hidup mengandalkan profesi sebagai peternak lembu.

Penasehat hukum peternak tanah gambus Khairil Anwar, SH MSi kepada SIB, Kamis (9/2) menyatakan akan melayangkan somasi, sebab pihak perkebunan dinilai telah merugikan peternak. "Dalam waktu dekat somasi akan kita sampaikan dan kita meminta pihak perusahaan mengambil alternatif bijak. Bila somasi tidak disikapi maka kita akan menempuh jalur hukum," ujarnya.

Khairil Anwar menuding pihak perkebunan terkesan mengintimidasi dan menakut-nakuti warga. Peternak terkesan ditakut-takuti dengan ancaman denda dan ancaman penjara sementara ketentuan undang-undang yang digunakan melarang tersebut  dinilai sudah tidak berlaku lagi.

Pantauan SIB saat sore hari tampak ratusan lembu digiring melewati Jalinsum sehingga membuat arus lalu lintas di jalan tersebut terhambat dan menimbulkan kemacetan sepanjang hampir satu kilometer. (C25/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru