Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Diperkirakan Minim Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi KPU Tebingtinggi Tidak Maksimal

* KPU : PKPU Terlambat Ditertibkan
- Jumat, 10 Februari 2017 21:02 WIB
314 view
Diperkirakan Minim Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi KPU Tebingtinggi Tidak Maksimal
SIB/JAB
Ketua KPU Tebingtinggi Abdul Khair didampingi Divisi Hukum Ridwan Napitupulu.
Tebingtinggi (SIB) -Sepekan menjelang pencoblosan Pilkada Tebingtinggi  yang menelan biaya miliaran rupiah terancam minim dari partisipasi masyarakat. Pasalnya, masih banyak warga yang tidak  mengetahui tanggal  pencoblosan dan siapa calonnya. Hal ini mungkin dikarenakan sosialisasi yang dilakukan KPU belum maksimal.

Saini warga Jalan Abdul Hamid Kelurahan Bagelen Kecamatan Padang Hilir mengatakan sama sekali tidak mengetahui bakal adanya pemilihan wali kota dan wakil wali kota Tebingtinggi dan di lingkungannya tidak ada sama sekali yang menyinggung Pilkada.

"Saya tidak mengetahui kalau ada pemilihan, siapa calon dan bagaimana cara yang akan dilakukan. Biasanya kalau ada pemilihan pasti sudah banyak spanduk dan menjadi perbincangan tapi kenapa sekarang tidak ada ya,"  ujar Saini.

Sama halnya, Charles Butar - Butar, warga Jalan Pepaya Kecamatan Tebingtinggi Kota  yang sehari - hari bekerja sebagai sopir mengatakan hanya sekedar mengetahui calon wali kota yakni Umar, namun  kapan akan dilakukan pemilihan tidak mengetahuinya sama sekali.

"Kami sesama sopir tidak pernah mengetahui kapan dilakukan pemilihan cuma sekedar mengetahui siapa namanya calonnya. Malah kami lebih mengetahui tentang Pilkada DKI yang heboh di TV dan koran- koran," jelasnya.

Beda halnya dengan Syafizal warga Kecamatan Bajenis yang hanya mengetahui adanya pemilihan yang diikuti oleh satu pasangan calon dan tidak mengetahui cara yang akan dilakukan di TPS apakah dicoblos atau hanya memilih setuju atau tidak setuju. "Suasana di lingkungan kami ini terasa adem - adem saja mungkin karena tidak adanya pemberitahuan berupa sosialisasi maupun spanduk tentang calon," ujarnya, senada dengan Muhammad Khoir warga Kecamatan Rambutan.

Menyikapi ketidaktahuan masyarakat terkait Pilkada, Ketua KPU  Tebingtinggi Abdul Khair didampingi Ridwan Napitupulu SH, Rabu (8/2) mengakui bahwa sosialisasi yang dilakukan masih belum merata ke seluruh lapisan masyarakat itu dikarenakan PKPU terkait tata cara pemilihan pada calon tunggal terlambat diterbitkan.

Kendati demikian KPU Tebingtinggi akan melakukan semaksimal mungkin melakukan sosialisasi agar mencapai target yang telah ditentukan yakni 77,5 % seperti melakukan sosialisasi di 5 kecamatan, 35 kelurahan, pemilih pemula di semua seluruh SMA/SMK/Ma dan perguruan tinggi, penyuluh pertanian, KB, Agama se-Kota Tebingtinggi dengan harapkan mereka dapat memberikan sosialisasi lanjutan terkait peran tata cara pencoblosan, ujarnya.

Sekedar informasi dana hibah Pilkada Tebingtinggi yang bersumber dari APBD Tebingtinggi untuk KPU  sekitar Rp13,1 miliar, Panwaslih Rp3,9 miliar, Polres Rp2,4 miliar, totalnya sekitar Rp 19,4 miliar. (JAB/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru