Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Jalan Penghubung Desa Tertutup Longsor, UPT Peralatan Buka Jalan 59 Km di Tanah Pinem Dairi

- Sabtu, 11 Februari 2017 18:55 WIB
236 view
Jalan Penghubung Desa Tertutup Longsor, UPT Peralatan Buka Jalan 59 Km di Tanah Pinem Dairi
SIB/Dok
BUKA JALAN: Buldoser milik UPT Peralatan membuka jalan, untuk menhubungkan beberapa desa di Kecamatan Tanah Pinem yang terputus akibat longsor Desember lalu.
Sidikalang (SIB)- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peralatan Dinas PU dan Penataan Ruang Dairi membuka akses jalan sepanjang 59 kilometer yang tertutup akibat longsor yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi.

"Akses menuju beberapa desa di Kecamatan Tanah Pinem sempat terputus akibat longsor pada Desember lalu. Sebelumnya akses menuju desa itu putus, hanya bisa dilewati kendaraan gerdang dua," ucap Kepala UPT Peralatan M Simaibang didampingi para operator Johanson Saragih dan Bin Harun Hutahayan kepada wartawan, Kamis (9/2) di Sidikalang.

Disebutkannya lebih rinci, akses jalan yang dibuka yakni di Desa Alur Subur sekitar 20 Km, Desa Lau Enjuhar satu dan dua 8 Km. Lau Enjuhar 1 menuju Dusun Balbal 12 Km, dari Dusun Balbal menuju Lau Enjering 6 Km, Lau Enjering menuju Simpang Aman 6 Km dan terakhir dari Simpang Aman menuju Alur Subur 7 Km.

Lebih sebulan anggota bekerja di lokasi tersebut. Medan pembukaan yang ditutupi longsor tersebut sangat berat. "Lokasi tersebut sangat berat, apalagi musim penghujan seperti sekarang. Dan jalan yang dibuka dominan di daerah hutan," ucapnya.

Dengan dibukanya jalan tersebut, akses menuju desa itu sudah lancar. Sebelum dibuka, kendaraan yang digunakan warga hanya sepeda motor dan kendaraan gerdang dua. "Sekarang jalan tersebut sudah dapat dilintasi kendaraan biasa, seperti truk, L300. Memang di sana tidak ada angkutan umum," ujarnya.

Sebelumnya, untuk menuju lokasi itu harus berkeliling dari Lau Baleng Kabupaten Tanah Karo, dengan  jarak tempuh 10 Km. Dan warga menjual hasil pertanian ke pasar Lau Baleng dengan ongkos transportasi per orang Rp 60 ribu. Itu pun dengan kendaraan gerdang dua.

Dengan dibukanya jalan tersebut, warga sudah sangat terbantu dari segi biaya. Baik mengeluarkan hasil pertanian maupun menjual ke pasar. Dimana selama ini, mengeluarkan hasil pertanian harus di pundak dan sepeda motor.

Lebih lanjut, Simaibang menerangkan, setiap laporan warga terkait bencana selalu dilanjuti. Dan turun ke lapangan mensurvei, untuk mengetahui jenis alat yang akan diturunkan. (B07/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru