Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Paus Kampanye di Sorkam, Pastor-Ustad: Rakyat Harus Menang

- Minggu, 12 Februari 2017 22:28 WIB
618 view
Paus Kampanye di Sorkam, Pastor-Ustad: Rakyat Harus Menang
SIB/Helman Tambunan
KAMPANYE: Pastor Rantinus Simanalu Pr menyampaikan orasi di tengah kerumunan massa saat kampanye akbar sebagai calon bupati di Lapangan Bola Kaki Sipea-pea, Sorkam Barat, Sabtu (11/2).
Tapteng (SIB)- Ribuan warga Tapanuli Tengah (Tapteng) memadati Lapangan Bola Kaki Sipea-pea, Kecamatan Sorkam Barat, mengikuti kampanye Calon Bupati/Wakil Bupati, Pastor Rantinus Simanalu Pr-Ustad Sodikin Lubis, Sabtu (11/2).

Ketua Tim Kampanye, Sanggam Tambunan menyampaikan terimakasih kepada tim pemenangan yang sudah lebih setahun melakukan sosialisasi tanpa kenal lelah, tanpa operasional. Begitu pula dengan masyarakat yang memberikan dukungan KTP.

"Kalian semua mutiara yang indah, yang tidak pernah remuk demi kemaslahatan hidup masyarakat banyak," katanya.

Sanggam menegaskan Paus sebagai solusi bagi Tapteng, tentu setelah belasan tahun berjuang bersama-sama masyarakat melawan ketidak-adilan, melawan kesewenang-wenangan, serta melawan penyerobotan.

"Sekalipun masyarakat sudah menerima uang maupun beras dari calon lain, namun pilih Paus. Tetap awasi selalu Pilkada, dan siapkan diri meski harus bertarung nyawa," pintanya.

Pastor Rantinus Simanalu-Ustad Sodikin Lubis mengungkapkan siap menyerahkan hidup mereka demi masyarakat. "Selama ini kita sudah bersama-sama, apalagi kalau kami sudah jadi bupati/wakil bupati, maka akan semakin baik," kata Pastor dan Ustad.

Pastor mengisahkan dirinya yang selalu dibungkam dalam memperjuangkan keadilan, termasuk  dilaporkan ke polisi, dan dijadikan tersangka. Namun dia selalu percaya bila kebenaran dibungkam maka rakyat akan turun ke jalan untuk melawan.

Menurut Pastor, sekaranglah saatnya rakyat turun, saatnya rakyat semakin bersatu, saatnya rakyat bicara dan saatnya rakyat menang dalam Pilkada untuk membangun Tapteng lebih baik.

Memang, lanjut Pastor, dalam Gereja Katholik tidak biasa seorang pastor terjun ke politik, kalau pun ada hanya satu dua orang saja. Namun bila kita mau, dan Allah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin demi perubahan ke arah yang lebih baik.

Pastor juga mengklarifikasi isu kalau sudah jadi bupati maka dirinya tidak imam lagi. Katanya, dia tetap menjadi pastor dan sangat menjunjung tinggi keimanannya. Namun selama bupati tentunya pastor akan menjadi pelayan bagi banyak orang.

"Perlu kita ketahui, khotbah yang paling baik ketika seorang imam turun merefleksikan hidup bersama masyarakat," katanya. Hadir pada kampanye itu, pengurus parsadaan Toga Simamora dan Humbahas. (E05/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru