Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Kodim 0206 Tanam Padi Serentak di Desa Lae Nuaha Dairi

* Petani Keluhkan Saluran Irigasi
- Sabtu, 18 Februari 2017 17:37 WIB
564 view
Sidikalang (SIB)- Kodim 0206/Dairi melalui Koramil 04/Tigalingga memotivasi gerakan tanam padi serentak di areal persawahan Sada Ukur Sitanggiring Desa Lae Nuaha Kecamatan Siempat Nempu Hulu Dairi, Jumat (17/2), guna menyukseskan program swasembada pangan di daerah tersebut.

"Tanam padi serentak guna peningkatan hasil pertanian padi sawah di Desa Lae Nuaha. Dengan peningkatan hasil pertanian, akan tercapai swasembada pangan di Dairi terkhusus di Desa Lae Nuaha," ucap Danramil 04 Tigalinga Lettu Arh Jhonson Pasaribu, Jumat (17/2) di lokasi penanaman padi.

Sementara itu, Ketua P3A Sada Ukur Sitanggiring Sampe Sagala didampingi Polimaliki Pasaribu mengapresiasi gerakan tanam padi serentak yang dilaksanakan di areal persawahan mereka. Daerah ini, merupakan salah satu lumbung padi di Kecamatan Siempat Nempu Hulu," ujarnya.

Di persawahan Sada Ukur, air menjadi kendala. Akibat kekurangan air, di areal persawahan seluas 60 hektar lebih, petani harus bergantian untuk menanam padi. "Irigasi sangat minim di areal persawahan ini, sehingga petani harus bergantian menanam padi," ucapnya.

Kemudian akibatnya, menanam padi menjadi sekali setahun. Dulu disini dua kali tanam padi tiap tahun. Karena minim air, warga saling mencuri air untuk mengaliri sawahnya. Mirisnya, tidak jarang jadi berujung persoalan. Sehingga, ditetapkan sistem bergantian.

Air dari sumber cukup, tetapi karena irigasinya tidak bagus, menjadi kendala. Pihaknya berharap Pemerintah untuk membangun saluran irigasi, sehingga petani dapat tanam padi serentak dan dua kali musim tanam dalam satu tahun.

Polimaliki menambahkan, hasil produksi padi tiap panen mencapai 25 kaleng per rante. Desa Lae Nuaha memiliki areal persawahan yang cukup luas, mencapai seratusan hektar. Sehingga desa ini, bisa dikatakan lumbung padi di kecamatan ini.

Polimaliki mengakui kurangnya perhatian penyuluh pertanian lapangan (PPL). Bahkan mereka mengatakan tidak mengenal PPL di desa itu. Terkait pupuk, kata Polimaliki, masih normal, meskipun sering terlambat. Artinya, pupuk datang tidak pas musim tanam dan musim memupuk. Pada hal saat itulah petani sangat membutuhkannya.

Koordinator PPL Siempat Nempu Hulu Nurmisa Manik yang turut mengikuti tanam padi serentak mengatakan, terkait minimnya irigasi akan dilaporkan ke Dinas Pertanian. Untuk menanggapi keluhan petani tersebut. Mudah-mudahan, kedepan ada upaya pembangunan saluran irigasi.

Terkait PPL, kata Nurmisa, ada ditempatkan di Desa Lae Nuaha. Memang PPL baru pergantian, sehingga kurang begitu aktif. Tetapi PPL lama pun, selalu turun ke lapangan dalam memberikan pengarahan. Petani juga diharapkan memiliki kelompok tani, karena melalui kelompok, PPL dapat memberikan penyuluhan. (B07/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru