Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Buka Wawasan Kebenaran

* Oleh Upa. Madyamiko Gunarko Hartoyo
- Sabtu, 18 Februari 2017 18:05 WIB
266 view
Berdiskusi tentang Dharma ajaran Sang Buddha tentunya sangat menyenangkan sekali, disamping dapat menambah wawasan tentang Buddha Dharma. Tentunya nilai dari segi positifnya sangatlah tinggi untuk menjalani kehidupan ini, sebab semakin banyak mendengarkan Dhamma semakin banyak juga kesempatan seseorang untuk selalu mengembangkan sifat kebaikan yang telah dilakukan. Dengan berdiskusi dan membahas Buddha Dharma, seseorang dapat memahami lebih luas ajaran Sang Buddha melalui pandangan atau pengalaman orang lain serta seseorang yang lebih paham.

Berdiskusi dan membahas Buddha Dharma merupakan salah satu dari 38 berkah kebahagiaan sebagaimana diuraikan Manggala Sutta. Untuk mendukung berkah dari mendengarkan dan mempelajari Dhamma, berkah yang lebih tinggi akan didapatkan dengan berdiskusi dan berbincang mengenainya. Dengan berdiskusi Dharma, seseorang akan memiliki berkah untuk bergaul dengan teman-teman spiritual yang berada di jalan yang sama dengan dirinya. Kita juga memiliki kesempatan untuk berbagi tentang apa yang telah kita pelajari dengan orang lain dan terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman atas ajaran Buddha.

Dengan cara demikian, kita selalu dekat dengan Buddha Dharma dan ada nilai yang membawa kemajuan bathin bersama, dengan kemajuan dalam Buddha Dharma bersama-sama. Terutama memberi manfaat yang besar kepada rekan se-Dharma yang sedang belajar dan mencari kebenaran Buddha Dharma. Dengan berdiskusi, kita dapat bertukar pikiran, informasi dan pengalaman apapun itu tentang hidup, hal-hal teknis, sosial dan sebagainya dan membuka wawasan dalam bingkai Buddha Dharma.

Melalui diskusi Dharma, orang-orang yang berasal dari kemampuan Buddha Dharma yang berbeda berkesempatan bertukar pikiran secara lisan. Diskusi secara umum bertujuan untuk memahami sesuatu melalui pendekatan Buddha Dharma untuk mencari solusi atau penyelesaian suatu hal secara teratur dan terarah. Yang dimaksud teratur dan terarah ialah semua unsur-unsur yang ada di dalam diskusi berfungsi, baik peserta, pembicara, maupun moderator menjalankan tugasnya dengan baik, saling bertukar pikiran secara aktif dan santun untuk mencapai permahaman bersama yang baik.

Diskusi yang baik adalah diskusi yang imbang, jadi tidak membebani salah satu pihak. Jika membebani satu pihak, berubah bentuknya menjadi interogasi dalam hal mana seseorang dipaksa memberi informasi ataupun menjadi berbentuk ceramah jika hanya satu orang yang memberi informasi yang lain cuma mendengarkan. Jadi diskusi yang baik adalah adanya keseimbangan bertukar pikiran, informasi dan pengalaman antara setiap pihak yang berdiskusi dan bertujuan untuk mendapatkan kebaikan demi bersama. Diskusi yang baik adalah layaknya forum perbincangan yang membahas sesuatu yang berguna, bermanfaat dan demi kebaikan dan kemajuan bersama.

Dengan praktek diskusi dan membahas Buddha Dharma yang baik, seseorang akan terbuka wawasannya bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan dan bukan satu jalan. Di samping itu dengan berdiskusi Buddha Dharma, seseorang berkesempatan mengemukakan pemahaman Dharma secara konstruktif sehingga dapat membantu orang lain ataupun membuka wawasan Buddha Dharma rekan lain serta mendapat karma baik juga tentunya. Di sisi lain, dengan model diskusi, memudahkan seseorang untuk mendengarkan pemahaman orang lain terhadap persoalan atau pandangan yang dimilikinya dan dapat lebih bertanya lebih jauh jika masih kurang paham ataupun kurang cocok pemahaman yang dimilikinya.

Bahkan, diskusi atau pembahasan Buddha Dharma telah terbukti menjadi berkah dalam perjalanan Buddha Dharma. Dalam hal mana, setelah Sang Buddha mencapai Parinibbana, sebagian murid Sang Buddha merasa bebas untuk berbuat apa saja yang mereka kehendaki, karena mereka merasa tidak ada lagi orang yang akan menegur atau melarangnya bila mereka melakukan pelanggaran vinaya. Melihat keadaan ini maka Arahat Maha Kassapa merasa perlu mengumpulkan Dhamma demi keamanan, keutuhan dan kemurnian Dhamma yang diajarkan oleh Sang Buddha agar tidak timbul perselisihan di kemudian hari diantara para pengikutnya. Kemudian Arahat Maha Kassapa atas bantuan Raja Ajatasattu dari Magadha, memilih dan mengundang 499 Arahat untuk mengumpulkan ajaran Sang Buddha dalam suatu konsiliasi. Melalui pembahasan bersama Dharma tersebutlah Ajaran Sang Buddha berhasil dikumpulkan dalam tiga kaidah keagamaan bagi agama Buddha yang disebut Sutra (ajaran yang diajarkan oleh sang Buddha sendiri), Vinaya (disiplin-disiplin yang diberikan oleh sang Buddha), dan Abidharma (komentar-komentar dan diskusi-diskusi tentang Sutra dan Vinaya oleh para sarjana di zaman-zaman belakangan) dalam kesatuan Tri Pitaka. (q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru