Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Dugaan Perambahan Hutan Mangrove di Pematang Sei Baru Asahan

Kades: Puluhan Hektar Sudah Dirambah Berdalih Kelompok Tani

- Sabtu, 18 Februari 2017 18:28 WIB
390 view
Asahan (SIB)- Sedikitnya 180 hektar hutan mangrove diduga akan dirambah  oknum/sekelompok tertentu berkedok kelompok tani di Desa Pematang Sei Baru Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan, mengingat dalam sepekan terakhir sudah puluhan hektar mangrove  sudah ditumbangkan menggunakan tiga unit alat berat (beko) yang diturunkan ke lokasi perambahan.

Hal ini dikatakan Kepala Desa Pematang Sei Baru Hermansyah Putra kepada SIB melalui telepon seluler, Jumat (17/2). " Informasi dalam sepekan terakhir ini, 180 hektar yang akan dirambah, bahkan hari ini tambah satu unit beko lagi " katanya.

Menurutnya, perambahan hutan tersebut  diduga dilakukan oleh oknum tertentu, berdalih sebagai kelompok tani.  " Menurut saya, tidaklah mampu kelompok tani menurunkan dua alat berat, itu mungkin ulah oknum tertentu " sebutnya mengingat butuh biaya yang besar menurunkan dua unit alat berat jenis beko beroperasi menebang pohon bakau/mangrove setiap harinya. 

Kades berharap pihak terkait segera bertindak untuk masalah ini, sebelum hutan habis dirambah hanya untuk kepentingan oknum tertentu demi kelestarian lingkungan hijau di pesisir pantai sesuai amanah dan cita-cita warga setempat yang turut menanam pohon bakau terdahulu, " Pemerintah dan pihak terkait segeralah bertindak, sebelum hutan mangrove seluruhnya habis dirambah " ucapnya.

Terpisah, Abduh Panjaitan (41) tokoh pemuda setempat kepada SIB mengatakan, hutan tersebut merupakan hutan mangrove yang dilestarikan melalui organisasi Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) dan menjadi percontohan dan nomor dua terbaik setelah papua, dan diakui di Asia karena ditanam dengan kwalitas bibit terbaik, " Tahun 2004 hutan mangrove tersebut menjadi yang terbaik di Indonesia dan diakui di Asia karena kwalitas bibit dan pohon bakau yang tumbuh subur " katanya.

Bahkan tambahnya, hutan mangrove tersebut pernah mendapatkan sertifikat sebagai hutan mangrove terbaik. "Malahan hutan tersebut sudah mendapat sertifikat Palembang " lanjutnya. (RS/D20/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru