Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

SLTA Dikelola Pemprov, Bupati Hapus Beasiswa Prestasi Putera Puteri Labuhanbatu

* Asisten Pemerintahan: Anggarannya Dialihkan Beli Pakaian SD dan SMP
- Sabtu, 18 Februari 2017 19:47 WIB
1.033 view
Rantauprapat (SIB)-  Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap menghentikan bantuan beasiswa prestasi terhadap putera puteri daerah yang masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang selama ini anggarannya ditampung dalam APBD. Padahal, beasiswa prestasi yang digagas Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD (periode 2010-2015) itu sangat diharapkan pelajar SLTA dan orangtua, karena cukup membantu meringankan beban orangtua menguliahkan putera-puterinya dan mahasiswa/i yang sudah duduk termotivasi mencapai indeks prestasi (IP) di atas 3, pelajar SLTA berlomba masuk PTN dengan giat belajar. Anggota DPRD Labuhanbatu Ilham Pohan, menyatakan, sesuai isi APBD tahun anggaran 2017 yang sudah diparipurnakan 9 Februari 2017, tidak ada lagi angggaran untuk bantuan siswa berprestasi masuk PTN.

"Alasan Pemkab, karena pengelolaan SLTA sudah menjadi wewenang Pemerintah Provinsi. Padahal kan siswanya tetap warga atau putera-puteri Labuhanbatu," ungkap Ilham Pohan, Kamis (16/2), di DPRD Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat. Dia sangat menyayangkan sikap Pemkab Labuhanbatu di bawah pimpinan Bupati Pangonal Harahap yang tidak lagi mengakomodir bantuan siswa/i berprestasi tersebut.

Padahal, Pangonal beberapa kali menyatakan program yang baik dari masa dr H Tigor Panusunan Siregar akan terus dijalankan. Selama ini dari perolehan bantuan siswa berprestasi tersebut, sangat memotivasi pelajar SLTA untuk menembus PTN dan beasiswanya cukup membantu mahasiwa/i yang masuk PTN serta mendorong mereka meraih IP tinggi.

Kemudian, banyak di antara siswa/i yang masuk PTN itu dari keluarga kurang mampu dan termotivasi belajar keras berlomba- lomba untuk mendapatkan bantuan beasiswa yang berasal dari APBD Labuhanbatu itu.

"Karena dulu ada yang sampai Rp7 jutaan satu mahasiswa atau mahasiswi. Yang eksakta 7 jutaan dan sos Rp5 jutaan. Uangnya bisa mereka manfaatkan buat biaya kuliah dan bayar kos. Artinya, orangtua cukup terbantu," jelasnya. Ilham Pohan berharap, pemerintah daerah dapat kembali memasukkan anggaran itu ketika koreksi eksaminasi turun dari Pemprovsu, mengingat draf APBD tahun 2017 yang sudah disahkan DPRD masih dalam tahap eksaminasi Gubernur Sumut. "Harapan saya, Pemkab, bisa kembali mengalokasikan anggaran bantuan siswa berprestasi itu pada saat koreksi eksaminasi APBD turun dari provinsi," ujarnya. B Hasibuan, warga Labuhanbatu, salah seorang orangtua mahasiswa yang putrinya sempat beberapa kali memperoleh bantuan siswa berprestasi dari APBD, mengatakan, jika Pemkab Labuhanbatu benarbenar menghentikan bantuan beasiswa berprestasi itu sama halnya pemerintah daerah yang saat ini tidak begitu peduli dengan peningkatan mutu pendidikan putera-puteri Labuhanbatu.

Asisten Pemerintahan Setdakab Labuhanbatu Sofyan Hasibuan SE yang juga menjabat Plt Kabag Binmas saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, bantuan siswa berprestasi masuk PTN dialihkan menjadi pengadaan pakaian pramuka, seragam dan pakaian olahraga untuk siswa SD dan SMP. "Karena pengelolaan SLTA sudah provinsi, jadi bantuan siswa berprestasi dialihkan ke SD dan SMP untuk pengadaan baju pramuka, pakaian olahraga dan seragam," sebutnya. (AY/D13/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru