Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Tertabrak Kereta Api, Bangun Nainggolan Tewas

- Minggu, 19 Februari 2017 18:15 WIB
489 view
Tebingtinggi (SIB) -Bangun Bernard Nainggolan (44) warga Jalan Cemara Lingk I Kelurahan Deblod Sundoro Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi tewas tertabrak kereta api dengan tubuh terpotong-potong, Sabtu (18/2) dinihari di perlintasan kereta api Medan-Siantar tepatnya perlintasan rel di Jalan Cemara, tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Amatan SIB di lokasi, potongan tubuh korban ditemukan terpisah satu dengan lainnya. Tampak petugas dan tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Tebingtinggi dibantu warga setempat menggunakan alat penerangan senter menyisir perlintasan rel Kereta Api untuk mencari bagian tubuh korban yang telah tercerai berai dan mengumpulkannya ke dalam satu kantong jenazah yang telah disiapkan.

Informasi dihimpun di lokasi, korban diketahui tertabrak setelah masinis melaporkan peristiwa tersebut ke pihak PT Kereta Api. Masinis melaporkan bahwa saat itu korban tertidur di perlintasan Kereta Api. Dan oleh pihak Kereta Api menginformasikan peristiwa tersebut kepada Puput Handika, penjaga palang Jalan Karya Pembangunan Kelurahan Satria Kota Tebingtinggi untuk selanjutnya meneruskan informasi tersebut ke Polres Tebingtinggi.

Juli (34) warga setempat yang juga tetangga korban menuturkan bahwa korban masih lajang dan tinggal bersama ibunya. Diceritakannya, malam sebelum kejadian, sekira pukul 01.00 WIB, korban yang seusai minum tuak, pulang ke rumah hendak makan.

"Mungkin karena lauknya tidak enak, korban sempat marah dan bertengkar dengan ibunya," ujarnya.

Mendengar suara ribut-ribut, selaku tetangga, dirinya mendatangi kediaman korban untuk menenangkan ibu korban yang telah berusia lanjut.

"Aku datang untuk menenangkan Opung Juntak (ibu korban-red). Saat itu korban langsung pergi berjalan ke arah rel yang ada di belakang rumah," terangnya.

Ketika hendak tidur sepulang dari rumah korban, lanjut Juli, dirinya mendengar ada orang tertabrak kereta api. Saat itu dirinya langsung menduga apa korban yang tertabrak itu, karena dia sebelumnya melihat korban pergi ke arah rel tersebut.

"Sekira pukul 02.00 WIB lewat, aku dengar ada orang tertabrak kereta api. Dalam hatiku bertanya apa Bangun yang tertabrak itu? Karena sebelumnya kulihat dia berjalan ke arah rel. Sesudah melihat langsung baru aku yakin ternyata memang dia," urai Juli sambil menyeka air matanya.

Kanit Reskrim Polsek Padang Hilir Tebingtinggi Ipda B Tarigan membenarkan adanya kejadian. Dikatakannya, dari keterangan saksi yang dihimpun dan dari olah TKP diduga korban tertidur di perlintasan rel Kereta Api setelah sebelumnya minum tuak, sehingga korban tidak mendengar ada Kereta Api yang melintas.

"Benar, diduga usai minum tuak, korban teritdur di perlintasan rel sehingga korban tidak mendengar ada kereta api yang melintas sehingga korban tertabrak dan tewas," ujarnya sembari mengatakan jasad korban akan dibawa ke Rumah Sakit Dr Kumpulan Pane Tebingtinggi. (RHS/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru