Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Warga Protes, Perkerasan Jalan Pancur Laklak Desa Mardingding Asal Jadi

- Senin, 20 Februari 2017 18:53 WIB
364 view
Warga Protes, Perkerasan Jalan Pancur Laklak Desa Mardingding Asal Jadi
SIB/Theopilus Sinulaki
ASAL JADI: Proyek pengerjaan perkerasan Jalan Pancur Laklak Desa Mardingding Kecamatan Mardingding Karo, terkesan asal jadi, terlihat material batu sungai yang dipergunakan tidak sesuai ukuran bahkan pemasangannya tidak sesuai kontsruksi telford.
Tanah Karo (SIB) -Proyek pekerasan jalan "Pancur Laklak" Desa Mardingding Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo, dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016, senilai Rp 593 juta diduga warga setempat dikerjakan asal jadi, sehingga warga mempertanyakan kondisi pengerjaan proyek tersebut ke Camat Mardingding selaku penjabat Kepala Desa Mardingding, Senin (13/2) kemarin.

Hal itu disampaikan warga Mardingding, Sependapat Sinulingga dan Gopalit Peranginangin kepada SIB, Sabtu (18/2) di Mardingding, sembari menunjukkan daftar nama berikut tandatangan 40 warga yang turut keberatan seputar kondisi jalan itu.

Dari pantauan ke lokasi proyek bersama warga, terlihat material batu sungai yang telah diserak terlihat berbagai ukuran dan pemasangannya sendiri dinilai asal-asalan. Menurut Sinulingga, proyek perkerasan jalan itu tidak sesuai dengan standar konstruksi telford. Bahkan kata warga, pemasangan batu pada proyek perkerasan jalan Pancur Laklak tanpa ukuran yang jelas. Padahal seharusnya material yang digunakan adalah batu pecah berukuran 10-15 Cm dan pemasangannya tegak berdiri.

Di samping itu, warga juga mengeluhkan keterlambatan pengerjaan proyek tersebut. Pasalnya, saat ini panen jagung telah mulai, sementara jalan sentra pertanian tersebut sedang dalam pengerjaan, sehingga transportasi hasil panen jagung terganggu. "Kondisi material  yang diserak belum digilas sehingga material batu sungai sulit dilalui karena ukuran batu bervariasi digunakan, sehingga sulit dilalui kendaraan bermotor," ujar Sinulingga.

Ketika ditanya seputar keberatan apa saja yang disampaikan saat warga mendatangi Camat Mardingding Juspri Nadeak SSos selaku penjabat Kepala Desa Mardingding tahun 2016 lalu. Menurut Sependapat Sinulingga, pihaknya meminta agar pengerjaan proyek tersebut dikerjakan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang telah ditetapkan dalam APBDes 2016. Karena material batu sungai yang telah dipasang tampak tidak sesuai dengan ukuran batu yang telah ditentukan. Selain itu, pemasangan batu penjempit pinggir jalan dilakukan asal jadi bahkan tidak beraturan.

"Kami warga Mardingding secara khusus pengguna jalan Pancur Laklak minta agar pengerjaan proyek tersebut dikerjakan sesuai RAB, apalagi saat ini panen jagung telah mulai, mohon agar pengerjaan jalan tersebut dipercepat," tegas Sinulingga. (B02/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru