Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Pimpinan Gereja di P Siantar Imbau Masyarakat Memanfaatkan KDT Sebagai Bisnis Pariwisata

- Rabu, 01 Maret 2017 22:27 WIB
229 view
Pematangsiantar (SIB)- Pimpinan Gereja di Pematangsiantar mendukung Ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba yang menilai bisnis KJA (Kerambah Jaring Apung) tidak layak lagi beroperasi di KDT (Kawasan Danau Toba), karena KDT merupakan kawasan bisnis pariwisata yang harus dipelihara, dijaga kebersihan, keindahan dan kelestariannya serta harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian Pdt Dr SM Tampubolon, Pdt H Gultom STh, Ketua dan Wakil Ketua GPDI (Gereja Pentakosta Di Indonesia) Pusat dan Pdt Jansen Simanjuntak MTh MM, Kadep Marturia HKI (Huria Kristen Indonesia) dihubungi terpisah, Senin (27/2). "Kita patut mensyukuri anugerah Tuhan kepada masyarakat Tapanuli khususnya yang telah memberikan alam yang indah dan Tuhan meminta agar umatNya merawat, menjaga dan melestarikan kawasan Danau Toba dan jangan merusak alam dan mencemari air Danau Toba tersebut," ujar pendeta Tampubolon.

Dikatakan Tampubolon, KDT harus diarahkan menjadi bisnis pariwisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi taman wisata bertaraf internasional yang dapat mendatangkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat khususnya di tujuh kabupaten sekitar kawasan Danau Toba.

Karena itulah pemerintah pusat dan tujuh pemerintah daerah sekitar KDT sekarang ini sedang giat-giatnya membangun dan mengembangkan KDT sebagai taman wisata internasional dengan sudah terbentuknya Badan Otorita Danau Toba untuk menyusun berbagai program pembangunan untuk mewujudkan KDT sebagai taman wisata internasional yang dapat bersaing dengan taman wisata internasional yang sudah duluan maju seperti Pulau Bali.

Karenanya semua pihak termasuk berbagai denominasi gereja diharapkan agar mendukung program pemerintah membangun kawasan Danau Toba sebagai taman wisata internasional.

Kalau selama ini masyarakat sekitar KDT menjadikan KJA merupakan salah satu mata pencahariannya, diimbau dapat memanfaatkan kegiatan dan mengelola KDT sebagai bisnis pariwisata. Sebab harus ada rasa tanggung jawab bersama dari semua pihak untuk memberhasilkan program pemerintah menjadikan KDT sebagai taman wisata internasional.

Karena itu sebagai pimpinan GPDI dan HKI, diminta pemerintah agar mengambil langkah-langkah strategis untuk semakin memajukan KDT sebagai taman wisata internasional dan tentunya juga menghimbau dapat memperhatikan kepentingan masyarakat khususnya sekitar KDT. Masyarakat agar menyambut wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba, karena mereka adalah tamu kita bersama yang harus dihormati sehingga mereka mau tinggal berlama-lama di KDT untuk menikmati keindahan alam yang merupakan anugerah dari Tuhan tersebut. (R-22/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru