Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Maret 2026

Bantah Terima Upeti, Kapolres Dairi Komit Berantas Judi

- Kamis, 02 Maret 2017 21:09 WIB
661 view
Bantah Terima Upeti, Kapolres Dairi Komit Berantas Judi
Kapolres Dairi AKBP Kobul Syahrin Ritonga
Sidikalang (SIB)- Berbagai jenis permainan judi marak di Kabupaten Dairi seperti Judi Jekpot, tebak angka (togel), kopiok (dadu). Judi tebak angka di Kabupaten Dairi bahkan terkesan bebas beroperasi. Buku panduan tebak angka (erek-erek) mudah didapatkan di warung.

Kapolres Dairi AKBP Kobul Syahrin Ritonga saat dikonfirmasi mengatakan komit pemberantasan judi di Dairi, Rabu (1/3) di Pelataran Kejari Dairi usai pemusnahan barang bukti. Dalam pemusnahan, terdapat beberapa mesin jekpot dan alat peraga judi dadu.

"Kita berantas semua yang namanya permainan judi di Dairi, tanpa terkecuali. Beberapa waktu lalu Polres mengamankan kegiatan dan pelaku judi," kata Kobul. Lanjutnya, bagi Polri kegiatan judi harus diberantas, karena kegiatan itu merusak mental generasi muda.

Terkait judi togel, kata Kobul, tidak ada anggota Polres Dairi yang membekingi. "Kita selalu melakukan pengawasan. Bila ada anggota yang terlibat membekingi judi tersebut, tentunya akan dikenakan kode etik," tegasnya.

Saat wartawan menanyakan ada informasi Kapolres Dairi menerima upeti dari kegiatan judi togel, Kobul membatah informasi menerima upeti dari kegiatan judi togel. "Masya Allah, itu informasi tidak benar. Saya tidak pernah menerima upeti dari kegiatan tersebut. Sampai detik ini saya sampaikan semua kegiatan judi harus ditindak," ucapnya.

Terkait pelaku judi bila ingin beroperasi di Dairi harus melapor terlebih dahulu kepada Kapolres itu tidak benar. Informasi itu kan merupakan praduga, kalo kita mengenal sistem peradilan di Indonesia, hukum itu harus dengan pembuktian, bukan berdasarkan persepsi.

Lanjutnya, judi di Dairi harus ditertibkan, namun juga tetap mengharapkan dukungan dari masyarakat. Pengawasan judi pada masyarakat tidak harus di semua daerah, meski pun babinsa tetap dikerahkan pengawasannya. "Tidak semua daerah terkawal, karena polisi juga memiliki keterbatasan. Judi harus ditutup, bila ada masih bermain, itu di luar pengawasan kita," ucapnya. (B07/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru