Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Tahun 2017, Pemko Tebingtinggi akan Revitalisasi Sejumlah Pasar

* Dananya Bersumber dari DAK APBN 2017 Senilai Rp 50 Miliar
- Jumat, 03 Maret 2017 19:49 WIB
192 view
Tahun 2017, Pemko Tebingtinggi akan Revitalisasi Sejumlah Pasar
Gul Bahri Siregar SIP MS
Tebingtinggi (SIB) -Di tahun 2017 Pemerintah Kota Teingtinggi akan melakukan pembangunan pasar kecamatan dan pasar induk yang dananya bersumber dari DAK APBN 2017 senilai Rp50 miliar. Program tersebut bertujuan untuk menciptakan pasar modern karena Tebingtinggi adalah  kota buffer (penyangga) pertumbuhan Ekonomi untuk kawasan strategi nasional (KSN) Kuala Tanjung dan kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangke.

"Benar bahwa tahun ini kita memperoleh bantuan dari Pemerintah Pusat ya itu dana DAK senilai Rp50 miliar untuk revitalisasi pasar, pembangunan pasar kecamatan dan pasar induk," ujar  Kepala Bappeda Kota Tebingtinggi Gul Bahri Siregar SIP MS didampingi Sekretarisnya Rehmuli Kaban saat ditemui SIB diruang kerjannya, Kamis (2/3).

Dijelaskannya, bantuan itu diperoleh karena BAPPEDA sebagai lembaga teknis daerah dibidang penelitian dan perencanaan pembangunan daerah memprogramkan revitaliasi pasar dan mempersentasikannya di BAPPENAS saat Musrenbang Nasional tahun lalu. "2016 saat Musrenbang Nasional saya dengan tim mengusulkan melalui aplikasi e-Musrenbang yang pendanaannya melalui DAK dan karena program yang kita tawarkan masuk akal, maka kita dibantu," jelas Gul Bahri.

Menjadi pertanyaan kenapa kita memprogramkan pasar modern? Karena Kota Tebingtinggi terpilih sebagai kota buffer (penyangga) pertumbuhan Ekonomi untuk kawasan strategi nasional (KSN) Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke untuk itu dibutuhkan pasar yang moderen, bersih dan nyaman, " nyambung dari program Nasional maka  untuk 33 Kabupaten/Kota se-Sumut 2017 Tebingtiggi penerima DAK paling besar dibidang pasar 2017 dan  hal ini patut kita syukuri," tambah Gul Bahri.

Menurut Gul Bahri selain karena kota penyangga pengembangan pasar tradisional merupakan tindak lanjut PERDA RT/RW yang mengisyaratkan bahwa desentralisasi perdanggan tidak tertumpu pada inti kota maka dikembangkan pasar dipinggiran tujuannya untuk mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat juga untuk menciptakan pertumbuhan sentra ekonomi di tingkat kecamatan.

"Harapan kita terhadap program ini, selain mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat PAD Tebingtinggi juga kita harapkan meningkat dari bidang Perdagangan," ujarnya sembari menjelaskan bahwa eksekutor dari program ini adalah Dinas Perdangangan.

Sedangkan Rehmuli Kaban menjelaskan bahwa dana tersebut diperuntukkan untuk Revitalisasi Pasar Kain sekitar Rp35 miliar, Pembagunan pasar kecamatan, pasar induk sekitar Rp15 miliar. "Itulah kita dapat di tahun ini, namun kalau teknis adalah dinas terkait yaitu Dinas Perdangangan," ujarnya.

Dia juga menambahkan, program ini sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2006 - 2025 yang salah satu peningkatan jasa perdagangan yang juga sesuai dengan Visi dan Misi Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM saat menjabat sebagai Wali Kota Tebingtinggi. (C20/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru