Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Pohon Sotul Terancam Punah di Jorlang Hataran Simalungun

- Minggu, 05 Maret 2017 18:26 WIB
398 view
Simalungun (SIB) -Pohon sotul yang diyakini masyarakat sebagai bumbu penyedap rasa makanan terancam punah di wilayah Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, akibat diduga ditebangi masyarakat untuk dijadikan bahan bangunan.

Hal tersebut dikatakan tokoh masyarakat Jorlang Hataran Tuan Gindho Hilton Sinaga saat bincang-bincang dengan SIB, Jumat (3/3).

Ia mengatakan buah sotul berukuran genggaman tangan dewasa berbiji yang rasanya asam, manis dan asin. Kulit buah luarnya terasa asam pekat dipakai untuk bahan campuran bumbu masakan mengandung antioksidan.

"Puluhan tahun silam, para orang tua menggunakan sotul untuk campuran bumbu masakan arsik hingga  makanan tersebut mampu bertahan satu minggu tanpa basi, tidak mengurangi rasa dan kandungan gizi, makanya usia orangtua dulu panjang," ungkap Sinaga.

Diterangkannya, saat ini sotul sudah jarang ditemukan di pasar tradisional dan pasar modern karena sudah ditinggalkan masyarakat untuk bumbu dapur akibat perubahan zaman berteknologi canggih yang memakai bahan pengawet zat kimia dan instan.

Gindho berharap agar pohon sotul ini bisa dibudidayakan kembali untuk mencegah kepunahan satu jenis flora walaupun tidak dibutuhkan lagi tetapi agar salah satu etnik budaya tetap terjaga.

Di tempat terpisah Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli Johansen Silalahi SHut membenarkan buah Sotul terancam punah di Simalungun termasuk mangga gorat, gori, manggis harangan, glugur/handis, sihim/buar-buar, tanggulom merah, petai hutan dan mobe. (LP/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru