Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Pengungsi Sinabung Tinggal di Tenda Mirip Kandang Ayam

- Senin, 06 Maret 2017 19:19 WIB
506 view
Pengungsi Sinabung Tinggal di Tenda Mirip Kandang Ayam
SIB/Sonry Purba
MIRIP: Tenda pengungsi sudah lapuk mirip kandang ayam di Posko Terung Peren.
Tanah Karo (SIB) -Kondisi pengungsi Sinabung saat ini pasca erupsi yang sudah berlangsung 7 tahun dan hingga kini belum mendapat tuntas relokasi mandiri dan program hunian Sementara (Huntara) semakin memprihatinkan.

Pasalnya mereka menempati pondok dan tenda mirip kandang ayam dan pembagian beras kualitas jelek di Posko pengungsi Terung Peren Tiga Nderket.

Hal tersebut dikatakan Sekjen Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Karo Roy Fachraby Ginting SH M.Kn usai melakukan kunjungan ke Posko Pengungsi Terung Peren Tiga Nderket, Sabtu  (25/2) lalu bersama Ketua Mata Karo Lloyd Reynold Ginting dan Sekjen Makamulia Suyato Tarigan.

Dikatakan Roy Fachraby Ginting, berbagai permasalahan seperti buruknya lingkungan pengungsian, manajemen pengelolaan korban bencana yang lemah, rusaknya dan buruknya tenda-tenda tempat hunian pengungsi serta buruknya kualitas beras dan makanan. Belum lagi  buruknya fasilitas sanitasi lingkungan di pos pengungsian perlu segera diperbaiki Pemkab Karo dan jangan terkesan terjadi pembiaran.

Menurut staf pengajar USU ini, hal itu terungkap pada saat membawa lembaga-lembaga organisasi sosial seperti Lumbini Blesing Community pimpinan Jemi Lim, Gold Dragon Community pimpinan Edi Lung, Yayasan Marga Yap pimpinan Yendy Yap dan donatur Johan Toa, Linda Ling dan lain-lain melakukan bakti sosial dengan membawa ratusan ton beras, gula, minyak goreng dan sembako lainnya serta pelatihan perikanan dan peternakan dan bantuan mesin pompa air dan gas untuk memasak ke posko pengungsi yang menampung 260 kepala keluarga atau hampir 100 jiwa warga pengungsi Desa Mardingding.

"MPR Karo merekomendasikan agar Pemkab Karo dan Pemprov Sumut serta Pemerintah Pusat dan lembaga terkait urusan bencana dan pengungsi untuk segera menuntaskan masalah ini dan jangan sampai terkesan adanya pembiaran. Perlu program terpadu penanganan korban pengungsi dan optimalisasi kinerja birokrasi lokal agar penggunaan dana yang selama ini cukup besar dari Pemerintah Pusat dapat berjalan efektif dan efisien," tuturnya lagi.

Ia menambahkan, berdasarkan pengamatan lapangan, dari segi kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana masih sangat terbatas. Pasalnya, BPBD Kabupaten Karo masih belum secara teratur membuat program menghadapi kebencanaan kepada rakyat sehingga penanganan bencana terutama pengungsi masih jauh dari memadai.

Roy Fachraby Ginting mengharapkan agar Pemkab Karo segera lebih fokus menyiapkan hunian tetap bagi pengungsi, jangan terlalu banyak rapat dan berwacana sehingga banyak masyarakat akhirnya memanfaatkan kondisi pengungsi menjadi proyek untuk mendapat keuntungan.

Saat dikonfirmasi ke Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Martin Sitepu melalui telepon selulernya, Minggu (5/3) mengakui beberapa bulan terakhir ini diberi beras bulog yang disalurkan oleh  Dinas Sosial Karo untuk pengungsi di Terung Peren Tiga Nderket. Disinggung bahwa beras yang disalurkan ke posko itu sangat jelek dan tidak layak dikonsumsi, ia enggan mengomentarinya.

Disinggung soal Posko di Terung Peren sangat memprihatinkan, ia menjelaskan segera akan dibangun huntara. (B01/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru