Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Pengamat Gunung: Gempa di Deliserdang Tidak Ada Korelasinya dengan Aktivitas Gunung

- Selasa, 07 Maret 2017 20:55 WIB
222 view
Medan (SIB) -Terjadinya gempa beberapa kali di wilayah Medan, Deliserdang dan Tanah Karo beberapa waktu belakangan ini, bukan diakibatkan aktivitas Gunung Sinabung, apalagi Gunung Toba di Pusuk Buhit Samosir.

"Itu murni gempa tektonik, bukan gempa vulkanik," ujar Pengamat Gunung di Sumut yang juga merupakan Ahli Geologi, Ir Sadrakh Sukatendel, Senin (6/3).
Disebutkannya, banyaknya pendapat masyarakat yang menghubungkan peristiwa gempa dengan aktivitas Gunung Sinabung, sama sekali tidak benar. Akibat beredarnya isu itu di media sosial, banyak warga yang merasa kurang nyaman. Padahal sama sekali tidak ada korelasi antara gempa dengan aktivitas Gunung Sinabung, Sibayak dan Pusuk Buhit.

Menurut data PGA (Peak Ground Acceleration) yang menghitung rekaman Seismik Sinabung, Sibayak dan Pusuk Buhit, hanya Sinabung yang memiliki getaran.
Itupun yang berhubungan dengan aktivitas Sinabung, saat sedang aktif.

Selain itu, disebutkan alumni ITB itu, gempa vulkanik tidak terasa. Kalau gempa, seperti beberapa waktu lalu, merupakan gempa tektonik.

Begitu juga dengan peristiwa menurunnya permukaan air Danau Toba yang dikait-kaitkan dengan aktivitas vulkanik di Pusuk Buhit. Sampai saat ini menurut PVMBG (Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi), tidak ada aktivitas vulkanik di Pusuk Buhit, sehingga tidak mungkin bisa menyurutkan air Danau Toba. Perlu dibuat kajian mendalam tentang surutnya air Danau Toba, namun sampai saat ini dipastikan bukan akibat aktivitas vulkanik.

Hal senada diungkapkan Kepala pengamat Gunung Api Indonesia Barat, Hendra Gunawan di Bandung yang dihubungi via selular mengatakan, aktivitas ketiga gunung yang ada di Sumut yaitu Sinabung, Sibayak dan Pusuk Buhit, masih dalam tahap normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Terkait gempa yang terjadi belakangan ini, disebutkannya akibat adanya patahan mikro Sumatera aktif yang sedang bergerak kembali menuju kestabilan.
Kemungkinan masih ada gempa susulan, karena masih menuju kestabilan namun dengan frekwensi yang lebih rendah (minor). "Di sepanjang Pulau Sumatera rata-rata seperti itu dengan kekuatan kecil (minor)," ujarnya. 

Untuk surutnya air Danau Toba, belum ada kajian mendalam tentang itu, namun di beberapa daerah lain juga terjadi hal yang sama dan diakibatkan pengaruh tektonik, bukan vulkanik. "Tidak usah khawatir, kami juga sudah memasang alat untuk memantau itu," ujarnya. Gempa vulkanik di Indonesia ada di Gunung Pulau Sari dekat Pulau Carita. Namun itupun dalam tahap normal, jadi tidak mengkhawatirkan.

Untuk itu, Sadrakh mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak cepat panik dengan adanya gempa-gempa tersebut. Namun tetap perlu waspada agar tidak menjadi korban. Kemudian jangan cepat percaya dengan adanya pemberitaan yang tidak benar (hoax). (R20/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru