Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Handri Simatupang Kembangkan Buah Naga di Tapteng

- Selasa, 07 Maret 2017 21:00 WIB
262 view
Handri Simatupang Kembangkan Buah Naga di Tapteng
SIB/Jan Piter Simorangkir
Seorang petani buah naga Handri F Simatupang, memperlihatkan tanaman buah naga di lahan pertaniannya, Jumat (3/3), yang saat ini dikembangkan di Kecamatan Pinangsori.
Tapteng (SIB) -Tanaman buah naga tergolong sulit dibudidayakan di luar Pulau Jawa. Tetapi, seorang pengusaha bersama karang taruna dan kelompok tani, saat ini sedang mengembangkan buah naga di Kelurahan Alboin Prancis, Kecamatan Pinangsori,  Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

"Berbekal pengalaman selama tinggal di Jawa, saya menerapkannya di Tapteng. Sekarang kami sedang mengembangkannya di atas lahan satu hektare," tutur Handri Simatupang, seorang pengusaha buah naga, Jumat (3/3), di lahan pertanian di Kelurahan Alboin Prancis.

Dia menjelaskan, pengembangan buah naga yang memiliki khasiat kesehatan dan menyerupai tanaman kaktus itu,  sudah berumur sekitar 2 tahun dan akan dipanen sekali sebulan dengan hasil sekitar 70 perkilogram sekali panen, dengan harga jual Rp 40.000 perkilogram.

Lantas dalam menjalankan usahanya, Handri memberdayakan karang taruna  dan Kelompok Tani Budi Luhur, dengan harapan akan mendorong masyarakat lainnya untuk mengembangkan tanaman ini. " Mindset yang kita bangun adalah tanaman holtikultura yang dianggap  tidak dapat tumbuh dan berkembang di Tapteng ternyata dapat dikembangkan," kata Handri didampingi Ketua Karang Taruna Alboin Prancis, Makmur.

Selain buah naga, sejumlah tanaman holtikultura juga sedang dikembangkan dengan menggunakan pupuk non-organik seperti bawang merah, semangka kuning, semangka tanpa biji, semangka biji dan lemon.

Mereka mengembangkan tanaman bawang merah di atas lahan seluas 1 hektare dan dijadikan pilot project dan akan memasuki panen pertengahan Maret ini.
Dalam menjalankan usahanya, Handri juga dibantu kawan-kawannya dari Brebes.

Bibit bawang merah yang mereka gunakan bukan dari umbi, tetapi berupa biji bawang. "Keunggulan menggunakan bibit biji bawang merah dapat menekan biaya produksi, efisien dan buahnya lebih besar dari bawang biasa. Maka prediksi panen kita nanti sekitar satu ton, sedangkan tanaman semangka dan berbagai jenis tanaman lainnya masih belum panen dan sedang dalam pertumbuhan," bebernya.(E06/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru