Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Gubsu Berharap Masyarakat Bisa Rasakan Manfaat PLTP Sarulla

- Selasa, 07 Maret 2017 21:11 WIB
294 view
Gubsu Berharap Masyarakat Bisa Rasakan Manfaat PLTP Sarulla
SIB/Dok
TERIMA: Gubsu HT Erry Nuradi menerima manajemen PT Sarulla Operation Ltd, CEO Aburayan, Coperate ADU Iskandar Sitompul dan Arga S di ruang kerja Gubsu Lantai 10 Jalan Diponegoro Medan, Senin (6/3).
Medan (SIB) -Gubernur Sumut HT Erry Nuradi berharap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla segera beroperasi untuk mengurangi defisit listrik di Sumatera Utara. Harapan ini disampaikan Gubsu saat menerima manajemen PT Sarulla Operation Ltd, CEO Aburayan, Coperate ADU Iskandar Sitompul, Erita dan Arga S, di ruang kerja Gubsu Lantai 10 Jalan Diponegoro Medan, Senin (6/3).

Dalam kesempatan tersebut, Gubsu didampingi Staf Ahli Binsar Situmorang, Kadis Lingkungan Hidup Wan Hidayati, Kadis ESDM Eddy Salim, Plt Kabiro Bina Perekonomian Ernita Bangun, Kepala Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Bondaharo, dan Kabag Humas Indah Dwi Kumala.

Selain menerima masukan terkait progress pembangunan PLTP Sarulla, Gubsu juga meminta informasi terkait suara ledakan yang terjadi di PLTP Sarulla beberapa waktu lalu, hingga menimbulkan reaksi masyarakat sekitar.

Gubsu berharap pihak PT Sarulla dapat menyosialisasikan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menghindari terjadinya konflik horizontal. "Keberadaan pembangkit listrik ini tentunya sangat membantu Sumut yang saat ini masih defisit listrik. Begitupun saya berharap keberadaan pembangkit ini benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat Sumut dan masyarakat sekitar," harap Gubsu.

Sebelumnya, Sitompul menyampaikan proyek PLTP di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, akan dikembangkan oleh konsorsium Sarulla Operations Ltd (SOL).
Konsorsium ini terdiri dari PT Medco Power Indonesia (MPI), perusahaan milik bersama PT Medco Energi Internasional Tbk dan PT Saratoga Power bersama Itochu Corporation, Kyushu Electric Power Co dari Jepang dan Ormat International Inc.

"SOL telah selesai pada November 2016, sedangkan NIL 1 direncanakan selesai November 2017 dan NIL 2 pada Mei 2018 dengan 3x110 mega watt," ujar Iskandar.

Iskandar menyampaikan, PT Sarulla Operation Ltd sangat mengedepankan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja "safety first". Selain itu, sebelum pembangkit beroperasi pihak PT SOL telah melaksanakan program CSR.

"Dari sisi lingkungan hidup kita terus memantau termasuk saat hujan besar karena bisa saja masuk ke sawah masyarakat. Kita tetap beri bantuan kepada masyarakat. SOL belum operasi kita sudah melaksanakan CSR membantu lansia, pipanisasi dan juga memberi pendidikan kursus Bahasa Inggris kepada masyarakat," terangnya.(A12/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru